Suara.com - Direktur Operasional Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Pertama SB Supriyadi mengatakan tim SAR gabungan telah menemukan 70 jenazah korban pesawat AirAsia QZ 8501 hingga operasi pencarian ke-30, Senin (26/1/2015) sejak jatuhnya pesawat itu pada Minggu (28/12/2014).
"Kami tidak menemukan korban hari ini, jadi total 70 korban sejak kemarin (25/1/2015)," katanya yang dihubungi melalui telepon dari Jakarta, Senin.
Ia mengatakan pihaknya menemukan satu jenazah pada Minggu (25/1/2015) saat sedang mengangkat badan pesawat.
"Kami mengusahakan pengangkatan 'body' pesawat, tiba-tiba dari 'body' pesawat itu keluar satu jenazah, dari body itulah kami ambil jenazah tersebut, kemudian kami evakuasi," ujar dia.
Ia mengatakan jenazah itu dievakuasi oleh Kapal Pacitan dan telah berada di Pangkalan Bun sejak Minggu (25/1/2015) dan belum diberangkatkan ke Surabaya.
"Kami menunggu besok kalau misalnya ada tambahan baru kami terbangkan ke Surabaya," kata dia saat ditanya kapan pemindahan jenazah itu ke Surabaya.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya belum dapat mengangkat badan pesawat hingga Senin (25/1/2015) karena tali putus saat proses pengangkatan.
"Kesulitan untuk mengikat karena badan sudah tua, jadi tadinya diikat diujung-ujung rupanya patah di tengah karena kondisi badan pesawat ini sudah rapuh. Pada saat putus talinya, dia (badan pesawat) jatuh tenggelam kemudian terbagi dua," jelasnya.
Supriyadi mengatakan proses pengangkatan badan pesawat akan diupayakan kembali Selasa (27/1/2015) besok, dan tetap memprioritaskan pencarian korban.
"Jadi, kita mau upayakan lagi esok untuk mengangkat badan pesawat," tutur dia.
Lebih lanjut, ia mengatakan, pengangkatan badan pesawat pada Senin (26/1/2015) dimulai pada pukul 05.30 hingga 13.00 waktu setempat dengan mengerahkan sejumlah kapal di antaranya KRI Banda Aceh, KRI Sibolga dan KN Pacitan.
Ia mengatakan proses pengangkatan badan pesawat terkendala cuaca. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan penyelaman saat gelombang mulai reda dan kecepatan angin turun untuk mengikat dan mengangkat badan pesawat. Saat proses pengangkatan berlangsung, tiba-tiba tali putus sehingga badan pesawat kembali masuk ke dalam laut.
"Kendalanya itu pada cuaca, hujan deras, ketinggian gelombang satu sampai lima meter, dan kecepatan anginnya 20 sampai 30 knot," ujar dia.
Ia mengatakan sebanyak 73 penyelam berpartisipasi dalam proses pengangkatan badan pesawat dan pencarian korban.
"Semuanya ada 73 penyelam. Untuk tiap gelombang kita turunkan 17 penyelam, ya bergantian, ada tiga kali gelombang tadi," katanya.
Ia berharap pihaknya dapat mengangkat badan pesawat pada esok hari (27/1/2015).
"Harapannya cuaca baik, semoga semua bisa bekerja baik," ujar dia. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global
-
Pasar Pengalaman Wisata Diproyeksi Tembus 342 Miliar Dolar, Atraksi Jadi Daya Tarik Baru Traveler
-
Tren Liburan 2025: Dari Lonjakan Pemesanan Hotel hingga Peran Teknologi Booking Cerdas
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
Gen Z Malaysia Jatuh Cinta pada Indonesia: Rahasia Promosi Wisata yang Tak Terduga!
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan
-
Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi
-
Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat
-
Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer
-
Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend
-
Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital
-
Ironi Ganja Medis, Saat KUHP Baru 'Keok' Lawan UU Narkotika yang Usang
-
HBL Mantiri Ajak Purnawirawan TNI AD Terus Kompak Jaga Soliditas dan Perkuat Persatuan
-
Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa
-
Kado HUT Bhayangkara ke-80, Polda Riau Rampungkan 110 Jembatan Merah Putih Presisi