Suara.com - Ada beberapa indikator Presiden Jokowi mulai melepaskan diri dari cengkeraman partai politik pendukungnya dalam mengambil keputusan. Indikator ini terlihat sejak penunjukan calon Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan menjadi polemik berkepanjangan.
Tanda-tanda yang pertama ialah Jokowi membentuk Tim Konsultatif Independen untuk membantunya menyelesaikan kemelut KPK dan Polri. Padahal, saat ini Jokowi sudah memiliki Dewan Pertimbangan Presiden yang umumnya berasal dari partai politik pendukung pemerintah.
Tanda lainnya ialah Jokowi bertemu dengan mantan rivalnya di Pilpres 2014, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Menanggapi hal itu, pengamat politik dari lembaga Populi Center, Usep S Achyar, mengatakan langkah-langkah tersebut menunjukkan Presiden Jokowi sudah mulai "percaya diri."
"Pak Jokowi sudah mulai percaya diri dalam tanda kutip. Menurut saya memang harus obyektif. Beliau ini kan sudah Presiden, harus obyektif dengarkan suara rakyat, salah satunya ya cara itu. Nah, suara rakyat itu tentunya, yang relatif jauh dari kepentingan," kata Usep kepada suara.com, Jumat (30/1/2015).
Usep mengatakan langkah yang diambil Presiden Jokowi tersebut sudah tepat. Usep menilai pertemuannya dengan Prabowo, salah satu punggawa Koalisi Merah Putih, dalam konteks untuk manajemen kekuasaan.
Tapi, Usep mengatakan Jokowi harus tetap bermain cantik dalam memutuskan orang yang tepat untuk menjadi Kapolri baru. Bermain cantik yang dimaksud adalah bisa mengambil jalan tengah, antara kepentingan rakyat yang tidak menginginkan Bugi Gunawan menjadi Kapolri karena sudah jadi tersangka dan partai politik yang menghendaki Budi Gunawan tetap dilantik karena sudah disetujui DPR.
"Mengakomodasi kepentingan rakyat, tapi juga berkomunikasi dengan orang-orang di partai pendukungnya yang mendukung BG," kata Usep.
Cara yang bisa ditempuh Jokowi dalam hal ini, kata Usep, misalnya Jokowi meminta kepada partai alternatif calon Kapolri selain Budi Gunawan.
"Karena secara etik (BG) bermasalah, walau secara legal formal memang tidak masalah.
Berita Terkait
-
Beda Kelas dengan Eggi Sudjana, Zulkifli Sebut Manuver Rismon Murni Skenario Tingkat Tinggi
-
Refly Harun Soroti Permohonan RJ Rismon di Kasus Ijazah Jokowi: Kehendak Bebas atau Ada Tekanan?
-
Momen Tiga Presiden Bersatu di Istana, Bahas Stabilitas dan Isu Global
-
Prabowo Undang Mantan Presiden dan Wapres ke Istana Malam Ini, Jokowi Hadir
-
Misteri di Balik Jas Hitam Jokowi di India: Bawa Jas, Kenapa Tangan Kiri Tertutup?
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
Terkini
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan