Suara.com - Tim kuasa hukum Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Senin (2/2/2015) sekitar jam 10.00 WIB akan mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dengan pemanggilan KPK terhadap Budi yang sedang dalam proses praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Salah satu kuasa hukum Bambang, Bob Hasan, menilai KPK tidak menghargai proses hukum dan lembaga pengadilan yang memiliki kewenangan penuh dalam menguji apakah penetapan tersangka terhadap Budi sesuai prosedur atau tidak.
Di KPK nanti, tim kuasa hukum akan meminta penjelasan terkait sejumlah hal.
"Beberapa pertanyaan lain akan ditanyakan kepada KPK terkait penetapan tersangka tersebut, terutama dengan proses hukum dan politik yang bergulir dengan diajukannya BG sebagai calon Kapolri dan fit and proper test di DPR," kata Bob.
Bob menambahkan karena ada kaitan dengan proses politik tersebut, kuasa hukum akan meminta KPK memberikan penjelasan kepada Presiden Joko Widodo, DPR, dan kuasa hukum sehingga hak konstitusional Budi dihargai sebagai warga negara.
Sementara itu, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, saat ini sedang siap-siap pelaksanaan sidang praperadilan yang diajukan Budi Gunawan. Budi menggugat penetapan dirinya menjadi tersangka oleh KPK. Sidang akan dipimpin oleh hakim tunggal Sarpin Rizaldi.
Seperti diketahui, KPK menetapkan Budi menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi sehari menjelang fit and proper test calon Kapolri. Gara-gara status tersebut, Presiden Jokowi menunda pelantikan Budi menjadi Kapolri.
Jumat (30/1/2015) kemarin, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Budi, namun yang bersangkutan tidak mau datang dengan alasan masih menunggu hasil sidang praperadilan.
Berita Terkait
-
AS Kecele? Pakar Bongkar Rahasia Doktrin Mozaik: Iran Hydra, Bukan Ular yang Mati Jika Dipenggal!
-
BW Semprot Wacana Pilkada Lewat DPRD: Biaya 37 T Mahal, Makan Gratis 268 T Dianggap Penting
-
Bambang Widjojanto Ingatkan KPK Tak Tunda Penetapan Tersangka karena Perhitungan Kerugian Negara
-
Eks Pimpinan KPK BW Soroti Kasus Haji yang Menggantung: Dulu, Naik Sidik Pasti Ada Tersangka
-
Rocky Gerung: 'Hantu' Isu Lama Jokowi akan Terus Bayangi Pemerintahan Prabowo
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno