Suara.com - Tentara Nasioal Indonesia (TNI) di Papua diwajibkan membantu petani untuk menyukseskan program nasional swasembada pangan. Nantinya para tentara turun ke sawah dengan menjadi penyuluh pertanian.
Kodam XVII/Cenderawasih akan memberdayakan menurunkan 2.657 bintara pembina desa (Babinsa) TNI AD. Ini bantuan TNI ini sebagai mengantisipasi kekurangan penyuluh pertanian.
Untuk menjalankan rencana itu, Kodam XVII/Cenderawasih bersama Gubernur Papua Barat Abrahan Atururi dan Gubernur Papua yang diwakili Asisten III Setda Provinsi Papua Rosita Upessy meneken MoU soal ketahanan pangan. Penandatanganan itu dilakukan di Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Papua, Senin (2/2/2015).
Panglima Kodam XVII/ Cenderawasih Mayjen TNI Fransen Siahaan menjelaskan keterlibatan prajurit itu mengacu pada aturan UU TNI Nomor 34 Tahun 2004. TNI melakukan operasi militer selain perang sehingga prajurit TNI bisa membantu pemerintah dalam hal apa saja. Khususnya mendukung program nasional swasembada pangan ini.
"Dengan adanya program ini Kepala Staf TNI AD mempunyai suatu kebijakan bahwa kita (TNI AD) harus mendukung program nasional ini dengan memberdayakan seluruh Babinsa sehingga dalam kurun waktu 3 tahun ke depan keinginan Bapak Presiden bisa tercapai yakni kita sudah bisa swasembada pangan," kata Fransen.
Saat ini Kodam Cenderawasih sedang mendorong kepala daerah Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat untuk mengusulkan adanya kekhususan dalam menetapkan harga jual padi dari tingkat petani. Sehingga dapat menggairahkan mereka untuk menanam.
"Dari laporan yang kami terima harga padi ditingkat petani hanya Rp 6.000 perkilogram. Tapi kalau harga jual dinaikkan menjadi Rp 10.000 perkilogram kami pastikan petani lebih bersemangat," ucapnya.
Bantuan penyuluh petani itu nantinya akan terfokus di kawasan Kabupaten Merauke dan Manokwari. "Memang Merauke merupakan kawasan lumbung pangan namun perlu disiapkan segalanya baik itu bibit, pupuk maupun irigasinya," kata dia.
Sementara itu Gubernur Papua Barat Abraham Atururi siap mendukung program ketahanan pangan dengan meminta masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur atau nganggur.
"Mudah-mudahan masyarakat mau kembali bercocok tanam karena selain dapat menambah penghasilan juga mengurangi tingkat pengangguran," kata Abraham. (Lidya Salmah)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Prabowo Klaim Pendapatan Danantara Naik 400 Persen, Sebut Harus Diaudit
-
Ketika Kritik ke Presiden Dibalas Borgol, MK pun 'Dilangkahi'
-
4 OOTD Casual Chic Style ala Seo Ji Hye, Inspo Gaya Ngampus Sampai Ngantor!
-
DNA Petarung Bahlil Dipuji Prabowo: Kesulitanlah yang Membesarkan Pemimpin
-
Ngaku Mau ke Toilet, Perempuan Ini Malah Gasak Motor Siswa SMK yang Dikenal Lewat MiChat
-
Viral Tanpa Rencana, Aksi Dermawan Ni Kadek Indrayoni Tembus 6 Juta Penonton!
-
Belanja Skincare di Watsons Pakai BRImo Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya
-
5 Contoh Sambutan Ketua Panitia 17 Agustus yang Formal untuk Berbagai Acara
-
Industri Manufaktur Tumbuh Lebih Kencang dari Ekonomi, Tapi Ledakan Impor Jadi Alarm Pemerintah
-
BBM Subsidi Tak Naik, Prabowo: Banyak Negara Panik, Indonesia Masih Cool