Suara.com - KM Tatamailau yang berangkat dari Kota Agats, Kabupaten Asmat, Papua, tujuan Timika, kandas di Kali Iwinia, Timika, Papua. Kapal tersebut harus kandas ketika akan bersandar di kolam bandar Pelabuhan Nusantara Pomako, Timika, pada Senin (2/2/2015), sekitar pukul 07.50 WIT. Akibat peristiwa tersebut, 300 penumpang harus terlantar di sekitar area Pelabuhan Nusantara Pomako.
Menurut Kepala Syahbandar Timika, Jemmy Samori, kandasnya kapal penumpang KM Tatamailau di perairan itu disebabkan kondisi air yang saat itu sedang surut dan disertai angin kencang. Ketika kapal hendak bermanuver untuk sandar di dermaga, kapal ternyat diterpa arus air surut yang disertai angin kencang dari barat. Akibatnya, kapal pun terhempas dan akhirnya kandas di Kali Iwinia.
"Posisi kapal saat itu sudah mau menuju ke dermaga. Karena arus mesinnya pelan, nah, di situlah kapal tidak mampu menahan arus dan angin. Akhirnya kapal terbuang dan menetap di situ," kata Jemmy, saat dihubungi, Senin malam.
Ketika kapal dalam posisi kandas, menurut Jemmy pula, saat itu juga langsung dilakukan upaya pertolongan. Petugas mengerahkan salah satu kapal yang berada di Pelabuhan Nusantara Pomako untuk menarik KM Tatamailau. Sayangnya, upaya yang dilakukan itu tidak berhasil, karena kapal tersebut tidak mampu menarik KM Tatamailau yang tengah menampung penumpang dan barang.
"Akhirnya saya sama Kepala Cabang (PT Pelni Timika), kita koordinasi untuk ada lagi kapal tonda tugboat. Ini sementara dipersiapkan. Nanti kita lakukan pertolongan lagi," bebernya.
Dikatakan Jemmy, kondisi air surut pada saat KM Tatamailau hendak bermanuver sandar di perairan Pomako, hanya berada sekitar empat meter dari permukaan laut. Ini mengakibatkan pada saat arus yang cukup keras disertai angin, kekuatan arus yang dihasilkan mesin kapal tidak mampu melawan arus surut dan angin kencang.
Sementara itu, Kepala Cabang PT Pelni Timika, Harianto menjelaskan, penumpang kapal yang akan turun ke Timika sendiri berjumlah 27 orang. Sedangkan untuk penumpang yang akan berangkat berjumlah sekitar 300 orang. Saat kapal telah kandas, penumpang yang hendak turun di Timika lantas berinisiatif sendiri untuk menyewa perahu milik warga sekitar pelabuhan. Setiap penumpang yang turun dari KM Tatamailau menuju pelabuhan pun lantas harus mengeluarkan biaya sebesar Rp25.000 per orang.
"Itu kan inisiatif penumpang sendiri, karena dia turun sendiri. Kita belum instruksikan untuk turun. Karena mereka mau sendiri, ya, mereka bayar," tandasnya. [Lidya Salmah]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan