Suara.com - ISIS, baru-baru ini kembali jadi sorotan lantaran membakar hidup-hidup seorang pilot jet tempur F-16 Yordania bernama Muath al-Kasaesbeh. Aksi biadab ISIS itu membuat masyarakat Yordania geram, tak terkecuali sang penguasa negeri tersebut, Raja Abdullah II.
Pascaberedarnya video pembakaran Muath al-Kasaesbeh, Raja Abdullah bersumpah akan mengambil tindakan keras untuk melawan ISIS. Bahkan, dalam sebuah pertemuan dengan anggota Kongres Amerika Serikat, sang Raja sempat melontarkan sebuah kutipan terkenal dari aktor ternama Hollywood, Clint Eastwood.
Lansiran Washington Examiner, mengutip pernyataan dari anggota Kongres dari Partai Republik, Duncan Hunter, Raja Abdullah meniru kata-kata Clint Eastwood dalam film Unforgiven.
"Siapapun yang saya lihat di sana, saya akan membunuhnya," kata Eastwood, yang memerankan William Munny dalam film tersebut.
"Ia mengatakan, akan ada pembalasan yang belum pernah dirasakan sebelumnya oleh ISIS," kata Hunter menirukan perkataan Raja Abdullah II.
Menurut Hunter, Raja Abdullah II akan terus menggempur ISIS, walaupun Yordania kehabisan minyak dan peluru.
"Ia siap untuk memulainya. Ia benar-benar siap. Itu mengingatkan saya akan apa yang kami rasakan setelah kejadian serangan 11 September. Kami siap untuk membalas mereka," lanjut Hunter.
Ternyata, perkataan Raja Abdullah bukan sekedar gertak sambal. Hari Kamis, (5/2/2015), Yordania melancarkan serangan udara ke markas ISIS di Raqqa, Suriah. Tak tanggung-tanggung, Yordania mengerahkan puluhan jet tempurnya untuk menggempur gudang-gudang logistik, juga kamp-kamp pelatihan ISIS di kota tersebut.
Ketegasan sikap Raja Abdullah II tak terlepas dari latar belakangnya sebagai perwira militer. Putra Raja Hussein dan Putri Muna al-Hussein itu punya karier panjang di dunia ketentaraan. Pernah jadi komandan pasukan tank, pernah pula memperkuat divisi Anti Tank di Angkatan Udara Yordania, Pada tahun 1993, Abdullah, yang ketika itu masih berstatus pangeran, bertugas sebagai Wakil Komandan Angkatan Khusus Yordania. Raja Abdullah, yang berpangkat Mayor Jenderal sebelum pensiun dari militer, juga diketahui handal menerbangkan helikopter Cobra.
Ilmu-ilmu kemiliteran juga ia dapat dari Akademi Angkatan Bersenjata Inggris Sandhurst pada tahun 1980. Di masa mudanya, Abdullah mengenyam pendidikan di St. Edmund's School, Hindhead, Inggris, sebelum melanjutkan ke Eaglebrook School dan Deerfield Academy di Amerika Serikat.
Raja Abdullah II juga dikenal berhubungan baik dengan Prabowo Subianto, mantan Danjen Kopassus yang tahun lalu ikut pemilihan presiden RI. Raja Abdullah II dan Prabowo berkenalan saat keduanya belajar di sekolah militer di Amerika Serikat. Konon, Raja Abdullah II pulalah yang membantu Prabowo selama berada di Yordania, pascainsiden Mei 1998.
Berikut ini beberapa foto yang memperlihatkan Raja Abdullah II dalam seragam militer. Foto-foto ini diambil dari akun resmi Instagram Royal Hashemite Court, badan politik dan administrasi yang menghubungkan Raja, Pemerintah, angkatan bersenjata, dan pasukan keamanan Yordania.
Berita Terkait
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
4 Negara Debutan di Piala Dunia 2026, Ada yang Pernah Dikalahkan Timnas Indonesia
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Radar THAAD di Yordania Hancur, Kerugian AS Tembus Rp 33,8 Triliun
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi