Suara.com - Kejaksaan Negeri Sorong, Papua, akhirnya berhasil menangkap dan menggiring Labora Sitorus, Polisi pemilik rekening gendut Rp 1,5 triliun ke Lapas Sorong.
Labora ditangkap dikediamannya di Tampa Garam, Kota Sorong, untuk diserahkan ke Lapas Sorong dan menjalani hukumannya 15 tahun penjara.
Dalam proses eksekusi itu, sekitar 720 personel yakni 520 dari Polri dan sisanya dari TNI diterjunkan ke lapangan untuk membantu Kejaksaan setempat.
Kapolda Papua Barat Brigjen Polisi Paulus Waterpauw mengatakan, pasca eksekusi Labora Sitorus, situasi kamtibmas di wilayah Kota Sorong berlangsung aman. Tidak ada gerakan perlawanan dari pihak pendukung Labora Sitorus.
"Proses eksekusi berjalan aman, tidak ada perlawanan dan lainnya, semua baik-baik saja" kata Waterpauw saat dihubungi Suara.Com.
Meski situasi berlangsung aman, namun sejumlah aparat keamanan masih berjaga-jaga di tempat eksekusi Labora yakni di Tampa Garam, Sorong.
Sebelumnya Pengadilan Negeri Sorong, Papua telah menjatuhkan vonis kepada Labora Sitorus 2 tahun penjara dan denda hanya Rp50 juta karena telah melanggar Undang-Undang Migas dan Undang-Undang
Kemudian Mahkamah Agung menurunkan putusan nomor 1081.K/TIB/PUS/2014/MA/RI tanggal 13 september 2014, menetapkan terdakwa Labora Sitorus terbukti telah melakukan tindak pidana dan secara bersama segaja membeli hasil hutan yang diketahui dari kawasan hutan yang diambil secara tidak sah sehingga dijatuhkan hukuman pidana penjara 15 tahun.
Namun pihak Kejaksaan tidak bisa melakukan eksekusi karena Labora Sitorus tidak berada di dalam Lapas Sorong sejak Maret 2014 denga alasan sakit. (Lidya Salmah)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Tambang Emas Ilegal di Cigudeg Sulit Diberantas? Diduga Ada Cepu Bocorkan Razia Polisi
-
Darah Tumpah di Caracas, 75 Tewas Saat Pasukan AS Serbu dan Tangkap Presiden Maduro
-
Wagub Babel Dicecar 10 Jam di Bareskrim, Misteri Ijazah Sarjana Terkuak?
-
Yusril Sebut Batas Kritik dan Hinaan di KUHP Baru Sudah Jelas
-
Update Terbaru Kompleks Haji Indonesia di Arab Saudi, Siap Meluncur Tahun Ini
-
Rugikan Negara Rp16,8 Triliun, Isa Rachmatarwata Dipenjara 1,5 Tahun
-
'Raja Bolos' di MK: Anwar Usman 113 Kali Absen Sidang, MKMK Cuma Kirim Surat Peringatan
-
4 WNA Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Kapal PT ASL Shipyard di Batam
-
AS Ancam 'Serang' Iran, Senator Sebut Rezim Teheran Mirip dengan Nazi
-
Anak Marah Gawainya Dilihat? Densus 88 Ungkap 6 Ciri Terpapar Ekstremisme Berbahaya