Suara.com - Seorang lelaki yang mengaku sebagai Presiden "Islamic State in Iraq and Syria" (ISIS) Regional Indonesia, Chep Hermawan, mendukung pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana mati kasus narkoba di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
"Mereka mati demi neraka, siap ditembak mati, siap dibunuh demi neraka. Mereka kan (terlibat kasus) narkoba, demi neraka, kok, siap," katanya di Dermaga Wijayapura (tempat penyeberangan menuju Pulau Nusakambangan, red.), Cilacap, Selasa (24/2/2015)sore.
Chep mengatakan hal itu kepada wartawan usai membesuk terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir di Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih, Pulau Nusakambangan.
"Mengapa kita tidak siap demi pahala surga. Kita sebagai barometer saja, mereka, keluarganya yang akan ditembak mati, kok, dia siap ditembak mati demi neraka karena membawa narkoba," kata pria asal Cianjur itu sambil menunjuk ke arah keluarga salah satu terpidana mati kasus narkoba asal Brasil yang akan dieksekusi, Rodrigo Gularte.
Menyingung soal kunjungannya ke Lapas Pasir Putih untuk menemui Abu Bakar Ba'asyir, dia mengatakan bahwa hal itu hanya sekadar untuk silaturahmi dan membicarakan beberapa permasalahan.
"Membicarakan masalah ulama," kata dia yang juga Ketua Gerakan Reformis Islam (Garis).
Terkait dengan masalah ISIS, Chep mengatakan bahwa saat ini banyak yang ingin berangkat ke Irak dan Suriah untuk berjihad.
"Mereka ingin jihad, ya, jihadlah. Akan tetapi, jangan di sini (Indonesia, red.). Kalau mau berangkat, saya berangkatkan," katanya.
Ia mengaku sudah sepakat untuk tidak melakukan jihad di Indonesia.
Dalam kesempatan terpisah, asisten pribadi Abu Bakar Ba'asyir, Hasyim Abdullah, mengatakan bahwa kunjungan Chep Hermawan hanya sekadar bersilaturahmi dengan pimpinan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) itu.
"Hanya silaturahmi saja dengan ustaz ABB," katanya singkat.
Chep Hermawan yang mengaku sebagai Presiden ISIS Regional Indonesia sempat diamankan Kepolisian Resor Cilacap pada tanggal 12 Agustus 2014 dalam perjalanan pulang ke Cianjur, Jawa Barat, bersama enam rekannya setelah membesuk sejumlah terpidana kasus terorisme di Pulau Nusakambangan.
Saat diamankan, petugas gabungan menyita sejumlah atribut ISIS berupa dua lembar bendera, lima topi, empat kaus, satu buah pin, dan tiga lembar sebo (penutup muka), serta satu bendera organisasi Garis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, atribut ISIS tersebut dititipkan oleh terpidana kasus terorisme Oman Abdurahman kepada beberapa rekan Chep Hermawan yang membesuknya di Lapas Permisan, Pulau Nusakambangan, untuk dibawa pulang ke Jawa Barat, sedangkan pemimpin ISIS Regional Indonesia itu membesuk ustaz Abu Bakar Ba'asyir yang menghuni Lapas Pasir Putih.
Karena tidak ada pasal yang bisa menjerat Chep Hermawan dan enam rekannya, Polres Cilacap akhirnya membebaskan mereka demi hukum setelah menjalani pemeriksaan selama 1 x 24 jam. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Dharma Pongrekun Soal Virus Nipah: Setiap Wabah Baru Selalu Datang dengan Kepentingan
-
Di Persidangan, Noel Sebut Purbaya Yudhi Sadewa 'Tinggal Sejengkal' ke KPK
-
Rano Karno Ungkap Alasan Jalan Berlubang di Jakarta Belum Tertangani Maksimal
-
Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatra, Mendagri-BPS Bahas Dashboard Data Tunggal
-
Ironi 'Wakil Tuhan': Gaji Selangit Tapi Masih Rakus, Mengapa Hakim Terus Terjaring OTT?
-
Gus Ipul Tegaskan Realokasi PBI JKN Sudah Tepat
-
Skandal Suap DJKA: KPK Dalami Peran 18 Anggota DPR RI Periode 2019-2024, Ini Daftar Namanya
-
Kabar Baik! Istana Percepat Hapus Tunggakan BPJS Triliunan, Tak Perlu Tunggu Perpres?
-
Gus Ipul Tegaskan Percepatan Sekolah Rakyat Nias Utara Prioritas Utama Presiden Prabowo
-
Survei IPI: Sjafrie Sjamsoeddin Hingga Purbaya Masuk Bursa Bakal Capres 2029