Suara.com - Istri Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Abraham Samad, Indriana Kartika, memastikan tidak akan hadir dalam pemeriksaan oleh Bareskrim Polri hari ini, Jumat (5/3/2015), sebagai saksi terkait kasus dugaan dokumen palsu kependudukan Feriyani Lim.
"Memang ada surat pemanggilan (istri Samad), namun tidak hadir. Kami kirim surat ketidakhadiran ke Mabes Polri," ungkap Bahrain dari LBH Jakarta selaku tim kuasa hukum Indriana saat dihubungi.
Kuasa hukum Indriyana yang lain, Johanes Gea mempertanyakan surat pemanggilan kedua terhadap kliennya. Pasalnya, Indriana tidak pernah menerima surat pemanggilan yang pertama, tiba-tiba ada panggilan kedua.
"Penyidik mengatakan sudah menyampaikan surat pemanggilan pertama ke kami, namun faktanya klien kami baru sekali terima panggilan dan langsung panggilan kedua," kata Johanes di Bareskrim Polri.
Johannes menjelaskan, salah satu alasan Indriyana tidak menghadiri pemanggilan penyidik, karena kliennya berhak menolak atau mengundurkan diri sebagai saksi untuk diperiksa. Hal itu diatur dalam pasal 168 8 C KUHAP.
"Dalam 168 c KUHAP diatur seorang istri tersangka boleh mengundurkan diri sebagai saksi, itu merupakan alasan klien kami tidak hadir," jelasnya.
Menurut Johanes, kasus dugaan pemalsuan dokumen yang menetapkan Abraham Samad sebagai tersangka ini sama dengan kasus yang sedang diusut Polda Sulawesi Selatan dan Barat.
"Penyidik kemungkinan melihat ada kesamaan gelar perkara apakah akan disamakan atau tidak," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief
-
Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut
-
Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang
-
Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?
-
Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur
-
Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran
-
Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah
-
Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global
-
Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026