Suara.com - Wajah Zainal terlihat datar saat menceritakan pengalamannya menjadi korban begal motor. Tiga tahun lalu, sepeda motornya dirampok di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten.
Dia meneyebut 'dirampok' karena saat itu tidak mengetahui ada istilah 'begal'. Awal Juni 2013, warga Cisauk, Serpong itu baru menerima gaji dari hasil kerjanya sebagai buruh di Perusahaan Air Minum kemasan di Tangerang. Dia sengaja untuk berbelanja bulanan dulu setelah keluar kantornya pada pukul 19.00 WIB.
"Saya lembur waktu itu, jadi pulang agak malam. Nah, kebetulan Pasar Kelapa Dua dekat, jadi saya belanja beras dan mainan untuk anak," ujarnya saat ditemui di kawasan Alam Sutra.
Usai berbelanja bulanan pukul 21.00 WIB, Zainal mengendarai Suzuki Shogun biru dengan membawa berasnya di sela jok dan setir motornya. Dia kemudian mengendarai motornya dengan pelan melewati jalan sepi di Legok. Di sisi kiri dan kanan hanya ada hamparan sawah dan beberapa rumah di tengahnya, tanpa penerangan lampu jalan.
"Maklum di sana masih desa. Tapi jalannya sudah aspal," kata Zainal.
Selama 5 tahun bekerja, Zainal selalu melewati jalan yang sama saat pulang dari tempat kerja. Alasannya jalan itu lebih dekat ketimbang harus melewati Jalan Raya Serpong.
Sekitar 30 menit berkendara, sebuah sepeda motor melintas cepat. Sementara di belakang Zainal, ada satu sepeda motor yang mengikutinya.
"Saya ditabrak dari belakang, sampai jatuh. Beras juga jatuh ke sawah. Terus saya ditodong celurit," kata Zainal bernada emosi.
Kejadiannya begitu cepat, sepeda motor Zainal dibawa kabur pelaku. Zainal berusaha berteriak meminta tolong, tapi sia-sia. Baru sekitar 20 menit, ada pengendara motor yang melintas dan kemudian menolong dirinya.
"Saya nggak lapor polisi. Menurut saya percuma lah. Lagian dompet dan surat-surat nggak ilang. Nggapain juga. Rasanya masih nyesek sih sekarang. Mana motor satu-satunya," keluh Zainal.
Kejadian serupa dialami Tosirun, warga Curug. Dia hampir dibegal di Jalan Pasir Randu, Kabupaten Tangerang, bulan lalu. Jalan itu menghubungkan kawasan Industri Manis di Jalan Pajajaran, Tangerang. Akses jalan itu menjadi andalan warga Tangerang dari Panongan dan Curug yang ingin ke Kota Tangerang. Tosirun hampir dibegal saat berangkat kerja.
"Saya berangkat habis subuh, sekitar Pukul 05.00 WIB. (masih gelap?) Iya, sepi juga," kata lelaki 40-an tahun itu.
Tosirun diikuti sebuah motor matic yang ditumpangi dua orang. Dia dapat melihat dengan jelas pakaian orang itu dari kaca spion. Keduanya bercelana pendek dan mengenakan kostum Barcelona.
"Dia pepet saya sampai keluar jalur sampai teriak, 'woy berhenti lu... berehnti... berhenti...'. Begitu. Saya nggak berhenti, malah saya langsung kebut aja," kata dia.
Begitu sampai di Jalan Pajajaran, motor pengejarnya sudah tidak ada.
Kerja Pagi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan