Suara.com - Intelijen Amerika Serikat menyebut kelompok radikal ISIS menjadi kelompok radikal yang paling kaya di Dunia. Diperkirakan ISIS mempunyai harta mencapat ratusan juta dolar atau sekitar ratusan miliar.
Intelijen AS menganalogikan penjaringn anggota ISIS antar negara menjadi yang berbiaya tinggi. Ditambah, ISIS sudah menguasai ladang minyak di Irak dan pengumpulan uang peras dari sandera.
Pengamat Terorisme Michael Sheehan mengatakan meski kaya, ISIS pun menjadi kelompok teror yang terboros. Makanya diperkirakan ISIS saat ini tengah krisis uang tunai. Ditambah ISIS menduduki kawasan 'mahal' di Irak, seperti Mosul dan Tirkit.
"Saya tidak yakin mereka benar-benar mencapai kekayaan itu. Tapi di berbagai berita, kehidupan mereka terus berjalan," jelas dia kepada NBC.
Sementara itu seorang pejabat AS menyebutkan saat ini biaya besar ISIS adalah pembayaran gaji para militannya dari berbagai negara. Uang gaji itu diperkirakan berasal dari rampokan bank sentral Irak sebesar USD 400 juta.
Namun seorang eksekutif Bank Sentral Irak meragukan nilai itu. Hasil rampokan ISIS di bank sentral Irak hanya mencapai USD 85 juta.
Menurutnya, jika ISIS terus berkembang, mereka akan masuk ke dalam kelompok teror Islam yang paling kaya sepanjang sejarah. Bahkan bisa mengalahkan kelompok Al-Qaeda yang mempunyai kekayaan USD 300 juta.
Analis intelijen AS mengungkap saat ini ada 31 ribu pejuang ISIS. Mereka digaji besar.
"Mereka menggunakannya untuk membayar gaji para pejuang dan sampai batas tertentu untuk mengelola khalifah dan membayar pegawai sipil," katanya.
Pundi-pundi ISIS akan terus bertambah seiring penjualan minyak Iran yang mencapai 30 ribu barel perhari. Namun lemahnya harga minyak dunia tidak menjamin kelangsungan hidup ISIS. Di pasar gelap, harga minyak dunia hanya USD 25 perbarel. Jauh dari standar harga minyak mentah USD 50 perbarel.
"Mereka mengalami kesulitan dalam bergerak produk dan minyak," kata seorang analis itu.
BERITA MENARIK LAINNYA:
Ratusan Orang Tua yang Bantu Anaknya Mencontek Ditangkap Polisi
Heboh, Foto Dokter Sedih karena Gagal Selamatkan Nyawa Pasien
Sebelum Dinosaurus, Ini Binatang Paling Ditakuti di Bumi
Tag
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
-
Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan
-
Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan
-
SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia
-
Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman