Suara.com - Cina mengeksekusi mati tiga terpidana kasus separatisme pada hari Selasa (24/3/2015). Ketiganya dinyatakan bersalah terlibat dalam serangan di stasiun kereta api di Kota Kunming yang menewaskan 31 orang tahun lalu.
Pemerintah menyebut serangan di Kota Kunming dilancarkan oleh kelompok separatis bersenjata pisau dari Xinjiang, provinsi yang terletak di perbatasan Cina dengan kawasan Asia Tengah.
Ketiga orang yang dieksekusi mati hari Selasa adalah Iskandar Ehet, Turgun Tohtunyaz, dan Hasayn Muhammad. Ketiganya divonis mati pada bulan September oleh Pengadilan Kunming atas tuduhan pembunuhan dan memimpin sebuah organisasi teroris.
Sementara itu, seorang pelaku penyerangan lainnya, perempuan bernama Patigul Tohti, yang dalam keadaan hamil ketika ditangkap, dijatuhi vonis hukuman penjara seumur hidup.
Ketika peristiwa tersebut terjadi pada 1 Maret 2014 silam, polisi menembak mati empat penyerang lainnya. Selain menewaskan 31 orang, para penyerang juga mencederai 141 lainnya.
Xinjiang, yang menjadi tempat bermukimnya kelompok minoritas Uighur, kerap dilanda kekacauan dalam beberapa tahun terakhir. Penyebabnya, banyak warga yang tercekik oleh pembatasan-pembatasan yang diberlakukan pemerintah terhadap aktivitas budaya dan agama yang mereka peluk. (Reuters)
Berita Terkait
-
Debt Collector Penusuk Advokat Ditangkap di Semarang, Polisi Selidiki Motif
-
Mabuk Berat, Pria 24 Tahun Ngamuk dan Tusuk Warga di Duren Sawit
-
Pedagang Cilok di Jakarta Barat Tega Tusuk Teman Seprofesi, Polisi Masih Dalami Motif
-
Pura-pura Bayar Utang, Pemuda di Karawang Tega Tusuk Pasutri Lalu Sembunyi di Plafon
-
Sempat Sembunyi di Bogor, Pelaku Penusukan di Pasar Gaplok Ditangkap Polisi
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Bantuan untuk eks Pengguna Narkoba dan ODHIV Cair, Kemensos Ubah Skema Jadi Uang Tunai Segini!
-
Setelah Bangkai Anjing, Kini Giliran Alat Berat! Misteri Teror Beruntun Tim Relawan di Aceh Tamiang
-
Kementerian HAM Kenalkan Program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM di Lombok Barat
-
Menlu Sugiono Kirim Surat Belasungkawa Wafatnya Ali Khamenei ke Dubes Iran, Ini Alasannya
-
Detik-detik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU
-
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diduga Terima Rp5,5 Miliar dari Perusahaan Keluarga
-
Spanyol Buka Suara: Amerika Serikat Tak Beri Peringatan Sekutu Sebelum Serang Iran