Suara.com - Perbaikan rel kereta yang ambles di lintas antara Brumbung-Solo Balapan masih berlangsung dan menyebabkan sejumlah kereta api (KA) mengalami keterlambatan sekitar 3 sampai 5 jam.
"Keterlambatan terjadi pada lima KA yang berangkat dari Malang menuju Jakarta yang melalui jalur tengah melewati Semarang," kata Kepala Humas PT KAI Daops IV Semarang, Suprapto di Semarang, Minggu malam (5/4/2015).
Ia menyebutkan, ada lima KA yang mengalami keterlambatan, yakni KA Majapahit (Malang-Jakarta), KA Matarmaja (Malang-Jakarta), KA Brantas (Kediri-Jakarta), KA Bangunkarta jurusan Surabaya Gubeng-Jakarta.
Ada lagi satu KA lokal jurusan Solo-Semarang, yakni KA Kalijaga yang juga mengalami keterlambatan. Suprato menjelaskan keterlambatan itu disebabkan lintasan antara Stasiun Gundih-Karangsono, Grobogan, Jawa Tengah, masih diperbaiki.
Menurut dia, sebenarnya ada tiga titik amblesan di lintas antara Stasiun Brumbung-Solo Balapan akibat hujan deras di Grobogan, Jumat (3/4) lalu, namun hanya satu titik masuk wilayah Daops IV Semarang.
Suprapto menyebutkan satu titik amblesan yang masuk wilayah Daops IV Semarang berada di lintas antara Stasiun Gundih-Karangsono, tepatnya di KM 63+6/8 yang terjadi pada jalur sepanjang 20 meter.
Sementara dua titik lainnya, kata dia, berada di wilayah Daops VI Yogyakarta, yakni di lintas antara Stasiun Sumberlawang-Goprak KM 78+6/7 dan lintas antara Stasiun Goprak-Gundih di KM 69+6/9.
"Kami hanya berwenang melakukan perbaikan di lintas Stasiun Gundih-Karangsono yang sekarang ini sudah mencapai 90 persen, sementara dua titik amblesan lainnya kewenangan Daops VI Yogyakarta," ujarnya.
Ia menjelaskan, titik amblesan di lintas Gundih-Karangsono sebenarnya sudah dideteksi sejak Kamis (2/4/2015) lalu dan terus dilakukan pemantauan perlintasan sampai terjadi amblesan pada Jumat (3/4/2015).
Namun, kata dia, sampai Jumat (3/4) lalu lintas tersebut masih bisa dilalui KA dengan kecepatan yang dibatasi maksimal 5 km/jam dan dilakukan sistem buka tutup terhadap kereta yang akan melintas.
"Penutupan lintas Gundih-Karangsono yang ambles baru dilakukan pada Sabtu (4/4) lalu untuk proses perbaikan. Jadi, kereta yang melintas harus memutar Brumbung-Ngrombo-Gundih-Solo Balapan," katanya.
Kalau rute normalnya, kata dia, KA yang lewat jalur tengah melintas dari Brubung-Kedungjati-Karangsono-Gundih-Solo Balapan sehingga rute memutar itu diperkirakan membutuhkan waktu satu jam perjalanan.
"Kami meminta maaf atas adanya keterlambatan yang diperkirakan antara 3-5 jam. Kami akan memberikan 'service recovery' berupa makanan ringan hingga berat pada KA-KA yang mengalami keterlambatan," ucap Suprapto. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Kejaksaan RI Buka Lelang, 400 Aset Sitaan Bakal Ditawarkan ke Publik
-
Golkar Usul Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen, Bisa Berjenjang Hingga Tingkat Daerah
-
Wacana KTP Hilang Bakal Kena Denda, Dukcapil: Bukan untuk Memberatkan Warga
-
Bertahan di Pasar Santa Jaksel, Toko SobaSoba Tawarkan Pakaian Vintage Penuh Cerita
-
Ekonomi Kayong Utara Melejit 5,89 Persen, Kawasan Industri Pulau Penebang Jadi Motor Utama
-
Formappi Ingatkan DPR Usai Istri Nadiem Makarim Minta Audiensi: Hati-hati
-
Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan
-
Sinergi Warga dan PT DIB Harita, Panen Perdana Lele di Desa Pelapis Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi
-
1,4 Juta Lowongan Kerja di Koperasi Desa Merah Putih, Seberapa Realistis?
-
Dulu Kiblat Kawula Muda Jakarta, Pasar Santa Kini Berubah Sunyi