Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta, Djarot Sutrisno, menunjukkan fotokopi paspor WNI yang hilang di Turki [Antara/Yusuf Nugroho]
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menemui kendala untuk membina 12 warga negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Turki setelah ditangkap otoritas keamanan ketika ingin menyeberang ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok ISIS. Pasalnya, doktrin paham ekstrimisme masih sangat kuat mempengaruhi paradigma mereka.
"Kendalanya 12 orang yang baru dideportasi itu masih keras. Sampai sekarang kami terus berupaya melakukan pendekatan dan berdialog dengan mereka," kata Komjen Pol Saud Usman Nasution, Kepala BNPT di Jakarta, Minggu (5/4/2015).
Penegak hukum, kata Saud, tidak bisa dengan mudah mempidanakan belasan orang tersebut. Oleh sebab itu, BNPT terus berupaya melakukan deradikalisasi untuk membina mereka agar keluar dari doktrin ekstrim ISIS. Bahkan sejumlah ulama didatangkan untuk berdialog dengan mereka guna menetralisir cara pandangnya.
"Mereka tidak bisa dipidanakan begitu saja. Untuk pendekatan, kami datangkan ulama untuk berdialog, karena ini masalahnya ideologi. Jadi tidak mudah," kata Jenderal bintang tiga Polisi ini.
Diberitakan sebelumnya, 12 WNI tersebut dideportasi dari Turki setelah sempat ditahan otoritas keamanan setempat. Belasan WNI tersebut ditangkap oleh otoritas keamanan Turki pada Bulan Januari lalu karena hendak menyeberang ke Suriah. Mereka diduga hendak bergabung dengan sanak keluarganya yang terlebih dahulu menjadi anggota ISIS.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Empat Pendukung ISIS di Sumatera Diciduk Densus 88! Gunakan Media Sosial untuk Provokasi Teror
-
Turki Gempur ISIS Online: 26 Orang Ditangkap Terkait Propaganda Teror di Medsos
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin
-
Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
-
Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat