Megawati Soekarnoputri (tengah) bersama Puan Maharani, Tjahjo Kumolo, serta kader PDIP lainnya di acara ramah tamah jelang pembukaan Kongres IV PDIP di Sanur, Bali, Rabu (8/4/2015) malam. [Suara.com/Bagus Santosa]
Politisi senior PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan kasus yang dialami anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Adriansyah yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK di Swiss Belhotel, Bali, Kamis (9/4/2015) malam, sangat memalukan bagi partai. Lokasi penangkapan tak jauh dari arena Kongres PDI Perjuangan ke IV yang berlangsung di Hotel The Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar.
"Tentunya apa yang dilakukan oleh saudara Adriansyah ini sangat mencoreng dan juga memalukan bagi partai yang sedang mempunyai hajatan yang cukup strategis dalam lima tahunan," kata Pramono di area Kongres PDI Perjuangan, Sanur, Bali, Jumat (10/4/2015).
Pramono menegaskan partainya tidak akan memberikan bantuan hukum kepada yang bersangkutan, bahkan Adriansyah akan dipecat.
"Mahkamah Partai segera bersidang jika kepengurusan DPP yang baru sudah terbentuk. Dan tindakan yang paling tepat adalah pemecatan," kata Pramono.
Menurut pelaksana tugas pimpinan KPK Johan Budi, Adriansyah ditangkap bersama AK. AK adalah orang yang membawa uang dalam proses serah terima saat terjadi penangkapan.
"Di TKP kami temukan uang dalam bentuk dolar Singapura, kemudian ada dalam bentuk rupiah," kata Johan.
Pada saat hampir bersamaan, kata Johan, di Jakarta, di salah satu hotel daerah Senayan, Jakarta Selatan, jam 18.49 WIB, tim penyidik juga menangkap AH. AH adalah seorang pengusaha.
"Ketiganya saat ini jalani proses pemeriksaan di KPK. KPK punya waktu 1x24 jam, nanti bisa disimpulkan dari apa yang dilakukan ditangkap tangan sejumlah tempat itu," kata Johan.
"Tentunya apa yang dilakukan oleh saudara Adriansyah ini sangat mencoreng dan juga memalukan bagi partai yang sedang mempunyai hajatan yang cukup strategis dalam lima tahunan," kata Pramono di area Kongres PDI Perjuangan, Sanur, Bali, Jumat (10/4/2015).
Pramono menegaskan partainya tidak akan memberikan bantuan hukum kepada yang bersangkutan, bahkan Adriansyah akan dipecat.
"Mahkamah Partai segera bersidang jika kepengurusan DPP yang baru sudah terbentuk. Dan tindakan yang paling tepat adalah pemecatan," kata Pramono.
Menurut pelaksana tugas pimpinan KPK Johan Budi, Adriansyah ditangkap bersama AK. AK adalah orang yang membawa uang dalam proses serah terima saat terjadi penangkapan.
"Di TKP kami temukan uang dalam bentuk dolar Singapura, kemudian ada dalam bentuk rupiah," kata Johan.
Pada saat hampir bersamaan, kata Johan, di Jakarta, di salah satu hotel daerah Senayan, Jakarta Selatan, jam 18.49 WIB, tim penyidik juga menangkap AH. AH adalah seorang pengusaha.
"Ketiganya saat ini jalani proses pemeriksaan di KPK. KPK punya waktu 1x24 jam, nanti bisa disimpulkan dari apa yang dilakukan ditangkap tangan sejumlah tempat itu," kata Johan.
Komentar
Berita Terkait
-
Hasto PDIP Kaget Isu Percepatan Muncul di Depan Jokowi: Itu Inkonstitusional
-
KPK Sisir Izin Tinggal WNA di Bali, Kepala Imigrasi Denpasar Diperiksa
-
Kepala Imigrasi Denpasar Diperiksa KPK Terkait Skandal Pemerasan Izin WNA
-
Pengacara Tantang Jaksa KPK Buktikan Kaitan Yaqut dengan Fee Percepatan Haji
-
Kasus Korupsi Rektor Unsoed, DPR Tergaskan Pendidikan Tinggi Bukan Tempat Transaksi
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Ajarkan Anak Soal Uang Sejak Dini, Mulai dari Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
-
Isu Hercules Muncul di Tengah Kericuhan 27 Agustus, Polda Metro: Masih Didalami
-
Sepenggal Kisah Ketulusan Warga Jombang di Muktamar NU: Sumbang Beras, Sayur hingga Sapi
-
Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Pengacara: HAM Tak Jadi Acuan
-
4 Rekomendasi Serum Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Glowing Tanpa Was-Was!
-
Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
-
Indonesia Percepat Langkah Kurangi Emisi Karbon lewat Teknologi CCS
-
Kenang Korban, Massa Gelar Aksi 'Agustus Gelap' di UGM: Menolak Lupa Kekerasan Aparat
-
Diskon Tiket Pestapora 2026 dari BRI, Segera Klaim Sebelum Habis!
-
Cerita Pedagang yang Tiba-tiba Naik ke Desil 10, Kaget dan Tak Terima Bantuan Lagi