Suara.com - Valentino Rossi memenangi duel dengan juara bertahan Marc Marquez, yang terjatuh saat balap tinggal menyisakan dua putaran, sebelum ikon Italia itu meraih kemenangan dramatis di Grand Prix Argentina pada Minggu (19/4/2015).
Marquez memimpin balap dari awal dan membuka keunggulan sebesar empat detik sebelum masalah-masalah ban membuat veteran Rossi dapat menempelnya, dan akhirnya meraih pucuk pimpinan balap pada dua putaran sebelum balap usai.
Pebalap Spanyol Marquez, yang memenangi 13 balap pada musim lalu, kemudian tersangkut roda belakang Rossi dan terjatuh, ketika Rossi mengamankan kemenangan dari posisi start urutan delapan.
Keputusan Marquez dan tim Hondanya untuk menggunakan ban-ban tipe keras merugikan diri sendiri, ketika Rossi secara bertahap mampu mendekati pebalap Spanyol itu dengan Yamaha-nya.
Rossi semakin menempel pada fase akhir balap dan akhirnya melakukan pergerakan pada dua putaran terakhir, sebelum Marquez berupaya merebut kembali posisi terdepan yang berujung pada jatuhnya dia.
Marquez berada di jalur untuk mendekati Rossi di klasemen pebalap, namun sekarang tertinggal lebih jauh setelah balap ketiga musim ini.
Rossi juga menang di Qatar, sedangkan Marquez memenangi balap kedua di Texas, di mana pebalap Italia itu finis di urutan ketiga.
"Saya menyesal atas kecelakaan itu dan menyesal untuk dia, namun saya berharap ia baik-baik saja," kata Rossi.
"Saya menjalani balap yang hebat dan sepeda motornya fantastis, namun saya dapat melihat bahwa ia (Marquez) memiliki masalah dengan bannya," tambah juara dunia tujuh kali itu.
"Sepeda motornya hebat, dua kemenangan telah dicapai, dan saya pikir kami dapat bertarung sampai akhir musim," tambah Rossi.
"Kami memiliki kecepatan yang hebat dan ini merupakan balap yang penting karena saya mengalami kesulitan saat latihan. Saya tahu ia menggunakan ban-ban keras, namun saya hanya berusaha melakukannya setahap demi setahap dan perlahan-lahan saya dapat mencium kesuksesan. Saya kecewa dengan jatuhnya dia dan itu akan menjadi pertarungan hebat sampai akhir, namun saya sangat gembira," kata Rossi.
Pebalap Italia Andrea Dovizioso yang mengendarai Ducati, finis di urutan kedua dengan selisih lebih dari lima detik, sedangkan pebalap Britania Carl Crutchlow finis di urutan ketiga dengan Honda.
"Ia (Rossi) lebih cepat dari saya dan saya kehilangan waktu di tikungan-tikungan," kata Dovizioso, yang sempat memimpin untuk kurun waktu lama di Qatar sebelum kemudian disalip Rossi pada upayanya meraih kemenangan perdana sepanjang karirnya di level ini.
Sebelumnya, pebalap Prancis Johann Zarco memenangi balap Moto2 untuk memuncaki klasemen kejuaraan dunia.
Pebalap Spanyol Alex Rins dan pebalap Britania Sam Lowes, serta Zarco mengawali balap dari posisi terdepan, namun ini merupakan kemenangan GP perdananya di level ini.
Pebalap 24 tahun itu berada di urutan kedua di Austin pada pekan lalu di Qatar, di mana ia terlihat akan meraih kemenangan sebelum masalah mesin membuat ia merosot ke urutan kedelapan.
"Saya datang ke sini untuk menang dan saya gembira. Saya mengambil alih pucuk klasemen kejuaraan juga," kata pria Prancis itu.
Zarco memiliki 53 angka, Alex Rins 49 angka, dan Sam Lowes mengoleksi 41 angka.
Sebelumnya, pebalap Britania Danny Kent meraih kemenangan keduanya secara beruntun di Moto3 dan memperbesar keunggulannya di puncak klasemen.
Melewati garis finis dengan keunggulan sepuluh detik atas dua pebalap Spanyol Efren Vazquez dan Isaac Vinales, Kent (21) menambahi daftar kemenangannya setelah memenangi Grand Prix AS di Texas Minggu lalu.
Ia finis di urutan ketiga pada Grand Prix pembuka musim di Qatar bulan lalu. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol