Suara.com - Keluarga warga negara Prancis yang jadi terpidana mati kasus narkoba di Indonesia, Serge Atlaoui, memohon Presiden Prancis Francois Hollande dan Uni Eropa untuk menyelamatkannya dari eksekusi. Permohonan itu disampaikan keluarga setelah upaya Peninjauan Kembali (PK) Serge ditolak Mahkamah Agung (MA), hari Selasa (21/4/2015).
"Keluarga kami memohon kepada Presiden Francois Hollande dan Uni Eropa untuk melakukan segala upaya yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan Serge Atlaoui dari regu tembak," kata Andre, saudara lelaki Serge kepada AFP.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius mengaku masih berharap Pemerintah Indonesia memberikan pengampunan bagi Serge. Jika eksekusi mati diteruskan, menurut Fabius, akan ada imbasnya bagi hubungan kedua negara.
Serge, yang kini berusia 51 tahun, ditangkap di Jakarta pada tahun 2005 silam di dalam sebuah laboratorium rahasia yang digunakan untuk memproduksi ekstasi. Ia dijatuhi hukuman mati dua tahun setelahnya.
Ayah empat anak itu selalu membantah keterlibatannya dalam kasus barang haram tersebut. Ia bersikeras dirinya hanya memasang mesin industri di pabrik yang semula ia kira sebagai pabrik akrilik. (CNA)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat
-
Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
-
Diskon Besar hingga Transportasi Gratis! Ini Fasilitas Mudik ke Jakarta yang Ditawarkan Pemprov DKI
-
Amnesty International Anggap Tuntutan Jaksa Terhadap Delpedro Cs Sebagai Operasi Pembungkaman Kritik
-
Anies Baswedan Soroti Keberhasilan Gerakan Rakyat di Ultah Pertama: Bukan Sekadar Papan Nama!
-
Heboh Keluhan Warga Diwajibkan Bayar Infaq Lewat BAZNAS DKI, Pramono: Tak Boleh Ada Pemaksaan!
-
Angka Perkawinan Anak Turun ke 5,9 Persen, Pemerintah Soroti 380 Ribu Nikah Tak Tercatat