Suara.com - Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mendesak Presiden Joko WIdodo untuk segera menyelesaikan kisruh KPK dan Polri menyusul penangkapan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
Ray menilai, selama ini sikap Presiden Jokowi tidak tegas dalam menyikapi kisruh antara KPK dengan Polri. Ray merasa sudah sangat letih dengan sikap Jokowi yang hanya mengimbau bukan mengambil sikap tegas untuk mengevaluasi jajaran pimpinan Polri yang mengabaikan imbauan Presiden untuk menghentikan apa yang ia sebut sebagai kriminalisasi KPK ini.
“Jujur saya tidak tahu apa kata yang pas untuk jelaskan kemarahan kita terhadap tindakan polisi yang ngawur. Kita ada di puncak kemuakkan. Kita sudah tahap letih dengar presiden lakukan imbauan agar tak ada kriminalisasi. Presiden sudah 5 kali imbauan sejak pidatonya di Istana Bogor sampai hari ini,” kata Ray saat ditemui di kantor KontraS, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2015).
Oleh sebab itu, Ray meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera bertindak dan melakukan evaluasi. Ray bahkan mengatakan agar Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso untuk dicopot karena dinilai sebagai pangkal dari masalah Polri dan KPK yang terjadi belakangan ini.
“Yang perlu di copot itu Buwas (Komisaris Jenderal Budi Waseso-red) sebagai Kabareskrim. Ketika dia jabat, banyak masalah terjadi. Polisi yang mestinya alat pelindung malah jadi alat intimidasi. Perlu disampaikan kita lelah mendengar presiden mengimbau. Copot Buwas dan reformasi institusi itu sudah yang paling bener. Kalau tidak tidak tegas kita patut curiga, jangan-jangan dia buat kasus ini,” tegasnya.
Sebagai informasi, Novel ditangkap atas tuduhan kasus penembakan terhadap enam pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004. Salah seorang di antara enam tersangka itu akhirnya tewas. Saat itu Novel menjabat Kasatreskrim Polres Bengkulu.
Terkait dengan hal itu, Polres Bengkulu menetapkannya sebagai tersangka pada Oktober 2012. Itu terjadi setelah Novel memimpin penggeledahan di Gedung Korlantas dan mengusut kasus korupsi yang melibatkan Irjen Pol Djoko Susilo.
Namun, kasus ini sempat ditunda pada 2012 lalu atas permintaan presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono. Hingga kemudian diusut kembali saat hubungan KPK dan Polri memanas pasca Komjen Budi Gunawan dijadikan tersangka korupsi saat langkahnya menjadi Kapolri tengah dekat.
Berita Terkait
-
Novel Ungkap Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Berkas Dilimpah, Padahal Korban Belum Diperiksa?
-
Perjuangan HAM Tak Berhenti Usai Penyerangan Andrie Yunus, KontraS: We keep moving forward, Tatakae!
-
Novel Baswedan: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Upaya Pembunuhan, Pelaku Terorganisir!
-
Soal KPK Tak Pajang Tersangka, Novel Baswedan Soroti Dalih Kemanusiaan
-
Novel Baswedan 'Senggol' Prabowo: Kembalikan Pegawai KPK Korban Firli, Ini Penegakan Hukum
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen