Psikolog Efnie Indriani menduga motif yang dilakukan Sebastian adalah untuk memperjuangkan nilai-nilai yang diadopsinya terkait dengan hak buruh.
"Kalau orang sudah sampai berani bunuh diri berarti ada value yang dia adopsi. Ada orang-orang tertentu yang kepribadiannya diwarnai oleh believe. Believe ini terbentuk dari nilai-nilai yang diadopsinya, yang akhirnya mendorong dirinya melakukan aksi nekat seperti bunuh diri," kata Efnie kepada Suara.com.
Menurut sebuah survei, Efnie menambahkan ada 10 persen orang di dunia yang memiliki kepribadian untuk meyakini nilai-nilai yang dianutnya. Jika sudah merasuk ke alam bawah sadar, tak jarang orang yang termasuk dalam golongan ini melakukan segala upaya untuk memperjuangkannya.
"Dan biasanya sudah bisa sampai melakukan aksi nekat seperti itu, berarti nilai-nilai tersebut sudah betul-betul terinternalisasi ke dalam diri dia. Bisa saja dia berpikir, 'Aku mati seperti ini adalah pengorbanan yang hebat," imbuhnya.
Sebastian, menurut Efnie, bisa saja tak mempertimbangkan faktor istri dan masa depan keluarga ketika memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan aksi nekat.
"Pada 10 persen orang di dunia yang sangat menginternalisasi keyakinan mereka, itu efeknya bisa seperti terkena brain wash. Mereka tidak mempertimbangkan keluarga saya seperti apa, masa depan anak-anak saya seperti apa dampak jika melakukan itu apa," kata dia. (Wita Ayodhyaputri)
Berita Terkait
-
Psikolog Coba Ungkap Motif Aktivis Buruh FSPMI Bunuh Diri di GBK
-
Ahok Tak Jadi Gugat Buruh yang Rusak Aset Pemerintah
-
Aktivis FSPMI Bakar Diri, Ahok Punya Strategi Bantu Ekonomi Buruh
-
Jadi Martir Perjuangan Buruh, Inikah Motif Sebastian Bakar Diri?
-
Motif Buruh Tewas di May Day Terungkap, Polisi: Korban Bakar Diri
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru
-
Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap
-
Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial
-
Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi
-
Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat
-
Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar
-
Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang
-
Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan
-
Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono
-
Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'