Suara.com - Pihak Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak mempermasalahkan kedatangan dua kapal perang canggih milik US Navy atau Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Pelabuhan Benoa, Bali. Keberadaan dua kapal perang negara adikuasa itu dianggap bukan sebagai ancaman.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal (Mayjen) Fuad Basya mengatakan, kunjungan kapal perang asing itu merupakan hal yang lumrah.
"Itu sudah biasa. Angkatan Laut (AL) Amerika itu sering datang ke Indonesia. Kedatangan mereka berkunjung, dan itu rutin," ungkap Fuad, dalam perbincangan dengan Suara.com, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2015).
Fuad menjelaskan, setiap angkatan laut negara-negara asing memang memiliki tradisi berlayar dan berkunjung ke negara-negara sahabat, setiap ada pergantian komandan baru. Hal itu juga dilakukan oleh Angkatan Laut RI, yang di setiap pergantian komandan kapal perang baru kerap berlayar dan berkunjung ke perairan negara-negara sahabat.
"Angkatan laut itu punya tradisi seperti itu. Karena setiap pergantian komandan baru, mereka berkunjung ke negara-negara lain. Angkatan Laut kita juga begitu," ujarnya.
Sebelumnya, Bagian Penerangan Pangkalan TNI AL (Lanal) V di Surabaya, Senin (4/5/2015), melaporkan sedikitnya ada 80 personel Lantamal V yang mengamankan kapal perang milik AL AS tersebut. Kedua kapal perang yang datang pada Jumat (1/5) pukul 09.00 WITA itu adalah USS Sterett (DDG-104) yang dikomandani CDR TJ Nunamakerdan, serta USS Deweey (DDG-105) yang dikomandani CDR MA Rockstad.
Kedua kapal perang itu memiliki spesifikasi panjang kapal 155,3 meter dengan bobot sekitar 9.200 ton. Keduanya dilengkapi dengan peralatan canggih, di antaranya satu meriam kaliber 62 mm, dua senjata kaliber 25 mm, empat senjata anti-pesawat udara kaliber 12,7 mm, serta dua torpedo. Selain itu, juga ada senjata anti-kapal selam, satu laser weapon Phalanx close-in weapons system, dua helikopter jenis Seahawk, dengan dilengkapi empat mesin penggerak pokok serta jumlah ABK di satu kapal mencapai 380 orang.
Kapal perang milik AL AS itu disebutkan datang ke Bali dalam rangka kunjungan wisata (port visit). Selama empat hari, para awak kapal tersebut dilaporkan melaksanakan kunjungan ke beberapa tempat wisata di Pulau Bali.
Selama kapal perang AS tersebut berada di perairan Nusa Dua, Bali, kedua kapal berada dalam pengamanan TNI AL (Lanal Denpasar), yang mengerahkan dua KRI yaitu KRI Tongkol-813 dan KRI Weling-822 dengan satu combat boat Catamaran, plus sebanyak 80 personel pengamanan darat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari
-
OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi
-
Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo
-
Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli
-
Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita
-
Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500
-
Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri
-
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi