Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung) diketahui sudah tiga kali dipanggil Bareskrim Mabes Polri, terkait kasus korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS) di sekolah-sekolah pada tahun 2014. Dua kali di antaranya bahkan telah dijalani Lulung dengan ditanyai penyidik di Bareskrim.
Mengomentari hal itu, saat ditemui di ruangannya, Lulung mengklaim dirinya tidak terlibat dalam kasus pengadaan UPS tersebut.
"Insya Allah, saya bisa jaga nama baik keluarga saya, konstituen saya, keluarga besar partai saya, dan mengharap ridho Allah SWT. Saya minta dijaga sama Allah," ujar Lulung di ruangannya, lantai 9 Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2015).
Lebih jauh, politisi PPP itu mengaku meyakini bahwa Tuhan tidak tidur. Allah menurutnya akan menunjukkan siapa yang benar dan siapa yang salah. Lulung sendiri berjanji akan bersedia memberikan keterangan kembali kepada penyidik, apabila dibutuhkan.
"Saya yakin, yang benar itu benar, yang salah adalah salah. Allah itu melek. Makanya saya akan kooperatif," tegas Lulung.
Sehubungan dengan itu, Lulung juga meminta kepada media massa untuk tidak mendahului hasil dari penyidik Bareskrim yang telah berjam-jam selama dua kali meminta keterangan kepada dirinya.
"Jangan (berita tersangka) dulu. Saya punya anak istri. Tolong. Saya punya teman," ujarnya.
Diketahui, kasus UPS ini semula dilaporkan ke Polda Metro Jaya, sebelum kemudian dilimpahkan ke Bareskrim Polri. Dana pengadaan UPS dicurigai bocor lantaran harganya yang kelewat mahal. Dalam anggaran, satu unit UPS disebut berharga Rp5,8 miliar, padahal polisi menilai harga standarnya hanya Rp1,2 miliar.
Dalam kasus ini, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri telah menetapkan dua orang tersangka, yakni atas nama Zaenal Soleman dan Alex Usman. Keduanya dijerat pasal 2 dan atau 3 Undang-Undang (UU) No.31/1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambahkan dengan UU 20/2001 tentang Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Memanas! Jet Tempur AS Tembak Jatuh Drone Iran yang Incar Kapal Induk USS Abraham Lincoln
-
Prakiraan Cuaca Jawa Barat 4 Februari 2026: BMKG Prediksi Hujan Siang Hari
-
Baru Dibuka, 22.494 Tiket Kereta H-1 Lebaran dari Jakarta Ludes Terjual
-
Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!
-
Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan
-
Megawati di Forum Abu Dhabi: Perempuan Tak Perlu Dilema Pilih Karier atau Keluarga
-
Kemenag Nilai Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, PRPP Jadi Lokasi Unggulan
-
Polda Bongkar Bukti CCTV! Pastikan Tak Ada Rekayasa BAP Kasus Penganiayaan di Polsek Cilandak
-
Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus
-
Perludem Soroti Dampak Ambang Batas Parlemen: 17 Juta Suara Terbuang dan Partai Tak Menyederhana