Suara.com - Kepolisian Daerah Papua masih khawatir jika jurnalis asing masuk wilayah Papua, akan menjadi ancaman bagi kedaulatan NKRI.
"Kalau jurnalis dan organisasi non pemerintah internasional diberi akses masuk Papua, itu bisa menjadi sebuah ancaman terselubung bagi Indonesia," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Patrige di Jayapura, Papua, Rabu (6/5/2015).
Menurut Patrige mereka bisa saja memberikan informasi yang tidak akurat tentang berbagai peristiwa yang terjadi di Papua ke dunia.
"Ya, bisa saja mereka mempropaganda dengan menyiarkan berita tidak benar, dan berhubungan dengan kelompok separatis Papua, sehingga akan merugikan Indonesia di dunia Internasional," katanya.
Meski demikian, tambah Patrige, selama jurnalis asing yang diberikan akses masuk Papua mewartakan hal-hal yang obyektif tentang kondisi Papua yang sebenarnya, maka itu memberikan dampak positif.
"Sebenarnya ada juga dampak positifnya kalau jurnalis asing diberi akses ke Papua, asal mereka menyiarkan hal yang positif dan obyektif, terutama tentang pembangunan yang sedang berlangsung, seperti orang Papua tidak lagi terisolir, terbelakang tapi sudah semakin maju. Tapi kalau yang diberitakan melenceng, itu yang berbahaya bagi negara kita," ujarnya.
Dijelaskan Patrige, seperti dua wartawan asing asal Perancis yang tahun lalu masuk ke Papua, mereka hendak meliput kegiatan kelompok separatis sehingga hal seperti itu sangat merugikan Indonesia.
"Seperti itu yang kami takutkan, jurnalis asing bisa saja melancarkan aksi propaganda, tentu ini berpotensi mengganggu situasi Kamtibmas," katanya.
Meski mengkhawatirkan kehadiran jurnalis asing ke Papua, kepolisian tidak punya kewenangan soal izin akses kepada mereka.
"Itu bukan domain Polisi tapi pemerintah pusat. Ya semua tergantung pemerintah pusat khususnya Kementerian Luar Negeri, mereka yang tentukan apakah mengizinkan jurnalis asing masuk ke Papua atau tidak," katanya. (Lidya Salmah)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC
-
Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS
-
Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat
-
Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut
-
Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin