Suara.com - Sebanyak tujuh perusahaan pertambangan batu bara mendapatkan izin eksplorasi di sekitar habitat terakhir gajah Sumatera (Elephas maximus Sumatrae) di Taman Wisata Alam (TWA) Seblat, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.
"Ada tujuh perusahaan pertambangan, enam masih melakukan eksplorasi dan satu perusahaan sudah produksi," kata Direktur Yayasan Genesis, salah satu lembaga anggota Walhi Bengkulu, Barlian di Bengkulu, Senin (18/5/2015).
Ia mengatakan, data yang diperoleh Genesis dari Kementerian ESDM, izin eksplorasi yang diterbitkan pemerintah daerah di sekitar habitat satwa terancam punah itu yakni untuk PT Mukomuko Maju Sejahtera seluas 2.043 hektare, PT Lara Sakti Mandiri seluas 12 ribu hektare, PT Borneo Suktan Mining seluas 12 ribu hektare.
Selanjutnya PT Injatama seluas 4.859 hektare, PT Krida Dharma Andika seluas 7.236 hektare dan PT Ferto Rejang seluas 2.431 hektare. Sedangkan satu perusahaan batu bara yang saat ini sudah melakukan tahap produksi yakni PT Kaltim Global seluas 921 hektare.
Penerbitan izin eskplorasi di sekitar kawasan hutan ini dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap masa depan sejumlah satwa langka khas Sumatera.
Selain menjadi rumah bagi puluhan ekor gajah Sumatera, kawasan TWA Seblat seluas lebih 7.000 hektare juga merupakan habitat satwa langka lainnya seperti harimau Sumatera (Phantera Tigris Sumatrae), dan beruang madu (Helarctos Malayanus).
Koordinator PKG Seblat Erni Suyanti Musabine mengatakan hingga saat ini terdapat lebih dari empat permintaan izin untuk melakukan eksplorasi batu bara di dalam kawasan seluas lebih 7.000 hektare itu.
"Seharusnya pemerintah mewujudkan komitmen menjaga kelestarian hutan, terutama TWA Seblat sudah menjadi benteng terakhir gajah Bengkulu," ucapnya.
Sementara Pelaksana tugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Jaja Mulyana mengatakan sudah pernah menangkap orang asing yang melakukan eksplorasi batubara di dalam kawasan TWA Seblat.
"Kawasan konservasi bukan untuk pertambangan batu bara, jadi jangan bermimpi mendapat izin mengeksplorasi apalagi eksploitasi batu bara di dalam TWA Seblat," kata dia.
Ia mengatakan keberadaan pertambangan batu bara yang berada di luar TWA Seblat juga akan berpengaruh terhadap kelestarian satwa langka yang terdapat di dalam hutan konservasi itu.
Selain pertambangan batu bara dan perkebunan skala besar, habitat gajah Sumatera itu juga terancam oleh perambahan hutan oleh masyarakat.
"Seperti di kawasan hutan produksi Lebong Kandis sudah memutus koridor gajah menuju Taman Nasional Kerinci Seblat," ujarnya.
Ia mengharapkan pemerintah daerah mengambil tindakan terhadap pembukaan hutan untuk aktivitas ilegal di dalam hutan produksi itu. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
Terkini
-
TPA Jatiwaringin Masih Membara, 2 Helikopter Water Bombing Diterjunkan ke Lokasi!
-
Dissenting Opinion Jadi Kunci, Akankah Nadiem Makarim Lolos di Pengadilan Tinggi?
-
Kronologi Terungkapnya Korupsi Penjualan BBM PT PPN, Negara Rugi Rp486 Miliar
-
Awkarin Kembalikan Uang Saku Hanania Travel, Polisi Himpun Rp110 Juta dari Para Influencer
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Tegas! Prabowo Minta Polri Menjadi Penjaga Demokrasi yang Dewasa
-
Mahasiswa Viral Masuk Toilet Cewek? Unisa Yogyakarta: Investigasi Awal Belum Temukan Faktanya
-
Viral Gunungan Sampah di Cakung Barat, Kelurahan Kerahkan Petugas dan Tutup TPS Liar
-
Habiburokhman: HUT ke-80 Harus Jadi Momentum Polri Perkuat Kepercayaan Rakyat
-
Pasar Baru Bakal Dijadikan Myeongdong Versi Jakarta