Suara.com - Endro (31) adalah salah satu anggota SAR yang ikut turun ke kawah Gunung Merapi untuk mengevakuasi jenazah mahasiswa Atma Jaya Yogyakarta Eri Yunanto.
Ditemui di sela - sela aktivitasnya, anak Yogyakarta ini bercerita pengalaman pertamanya menuruni kawah gunung paling aktif di dunia.
Berkali - kali sebelum Endro bercerita, ia bilang kalau keberhasilan mengevakuasi tubuh Eri berkat kerja sama tim dan kuasa Tuhan. Timnya sangat solid dan hebat sehingga prosesnya berjalan lancar.
Endro duduk bersila. Ia menikmati rokoknya. Lelaki ini masih terlihat lelah.
"Karena kedekatan dengan teman - teman Barameru, saya pertama kali dapat kabar dari teman Barameru pukul enam sore kalau ada pendaki yang jatuh ke kawah Gunung Merapi pada hari Sabtu (16/5/2015) itu jam 11.00-an, itu saya dapat SMS dari Mas Eko, saat broadcast soal kejadian itu langsung menyebar," kata Endro.
Endro mengaku kaget ketika itu. Hingga pukul 17.00 WIB, belum ketahuan dimana titik kawah tempat survivor jatuh.
Setelah berkoordinasi, pukul 22.00 WIB, Endro beserta anggota SAR DIY bertemu dengan rekan - rekan Barameru, Selo, Boyolali. Anggota SAR dan relawan dari berbagai daerah di Klaten, Yogyakarta, Boyolali pun bergabung.
Minggu (17/5/2015) sekitar pukul 03.00 WIB, Endro beserta rekan - rekan SAR, relawan, dan fotografer Universitas Gajah Mada menuju ke Pasar Bubrah, sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak Merapi.
Mereka tiba di Pasar Bubrah sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, tim dari UGM langsung melanjutkan perjalanan ke puncak untuk melihat kawah untuk mencari posisi Eri dengan menggunakan drone yang telah dipasang kamera.
Pencarian posisi Eri bukan pekerjaan gampang. Karena ada tarikan magnet, drone mengalami turbulensi, bahkan nyaris hilang.
Tapi kemudian, drone berhasil merekam obyek di kedalaman antara 100 sampai 150 meter. Tapi obyek tersebut belum dapat dipastikan apakah tubuh Eri atau bukan.
Setelah itu, pencarian dilanjutkan dengan cara manual, menggunakan teropong. Tim mulai lega karena mereka berhasil menemukan tubuh Eri.
Tak buang - buang waktu, tim langsung mencari lokasi untuk membuat instalasi penunjang alat untuk turun ke kawah dan mengevakuasi tubuh Eri.
"Karena medannya batuan lepas dan pasir kami kesusahan cari tambatan instalasi, batuan lepas dan lunak, dari jam setengah dua-an sampai sekitar jam empatan kami cuma menemukan beberapa titik tambatan untuk instalasi itupun belum komplit karena batuan lepas dan banyak celah, akhirnya hampir jam 17.00 WIB itu kami baru memutuskan untuk turun ke Pasar Bubrah," kata Endro.
Proses evakuasi dilanjutkan Senin (18/5/2015) pagi. Tim SAR yang sudah mendapatkan tambahan anggota dan peralatan, kembali lagi ke puncak Merapi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Dedi Mulyadi dan Willy Bongkar Sisi Gelap Gunung Emas: 70 Ribu Gurandil dan Raup 250 Ton Emas Sehari
-
Ada Proyek Pipa PAM Jaya, Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalin di R.A. KartiniFatmawati Mulai Besok
-
Malam-malam Mendiktisaintek Brian Yuliarto Datangi Istana, Dibonceng Patwal
-
Suara.com Bersama LMC Gelar 'AI Tools Training for Journalists' di Yogyakarta
-
Pengaduan Pelanggaran Hak Anak ke KPAI Melonjak, Identitas 66 Persen Pelaku Tidak Diungkap
-
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari
-
Hirup Udara Bebas, Laras Faizati Ingin Ziarah ke Makam Ayah Hingga Main ke Mal
-
Pakar Hukum Sebut Pilkada Lewat DPRD Suburkan Oligarki dan Renggut Kedaulatan Rakyat
-
Mendagri Pimpin Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra
-
DPRD DKI Pastikan Tiang Monorel Rasuna Said Kembali ke Adhi Karya usai Dibongkar Pemprov