Suara.com - Anggota komisi VII DPR Maman Immanulhaq meminta kepolisian untuk terus menelusuri dugaan gratifikasi seks pejabat negara yang terlibat dalam kasus prositusi online.
"Kita mengapresiasi pihak kepolisian yang telah menangkap pelakunya. Kita juga minta tolong Polri untuk bisa mengungkap siapa yang menjadi pelanggan prostitusi online tersebut," kata KH Maman kepada wartawan di Wahid Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/05/2015).
Dia mengakui, saat ini memang suit untuk mempidanakan pelanggan lantaran payung hukumnya belum ada di dalam undang-undang.
"Makanya sekarang di DPR sedang merevisi UU agar bisa menjerat pelanggan. Saat ini untuk para pelanggan belum bisa dijerat dengan undang-undang. Makanya kita terus dorong untuk membuat regulasi untuk bisa menjerat para pelanggan,"katanya.
"Iya apalagi sekarang polisi sedang menelesuri gratifikasi seks yang diduga melibatkan beberapa pejabat," imbuhnya.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol. Wahyu Hadiningrat, mengatakan tidak mudah mengungkap dugaan gratifikasi seks sehubungan terungkapnya kasus prostitusi mucikari
Robbi Abbas yang melibatkan artis berinisial AA.
”Masa kami nanya apakah dia gratifikasi seks atau tidak, kan enggak mungkin,” katanya di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (20/5/2015).
Wahyu mengungkapkan, pihaknya belum menemukan arah adanya dugaan gratifikasi. Kendati demikian polisi terus berupaya menelusuri gratifikasi seks.
“Sekarang kami melengkapi dulu berkas mucikari RA,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali