Suara.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi akan melakukan gelar perkara penemuan universitas yang mengeluarkan ijazah palsu. Setelah itu akan diumumkan penutupan universitas tersebut.
Gelar perkara itu akan dilakukan pekan depan dengan merinci temuan-temuan data. Gelar perkara itu terkait laporan dugaan peguruan tinggi tak berizin yang ada di Bekasi, STIE Adhy Niaga.
"Nanti kami akan gelar perkara. Mau saya umumkan. Nanti minggu depan, setelah itu saya akan putuskan tutup atau tidak," jelas Menristek-dikti, Muhammad Nasir saat berbincang dengan suara.com, Jumat (29/5/2015).
Kata Nasir, dia beberapa waktu lalu melakukan sidak ke Perguruan Tinggi itu. Hasilnya, data mahasiswa dan dosesn tidak jelas. Menurutnya data yang dia temukan mengindikasikan PT itu akan ditutup.
"Setelah itu kami bergrilya, berkoordinasi dengan polisi, tolong mengawasi perguruan tinggi yang ada di Indonesia," jelasnya.
Nasir menjelaskan akan terus melakukan penelusuran perguruan tinggi yang berpotensi tidak menjalankan proses belajar mengajar secara benar. Dia tidak akan berhenti menutup kampus 'abal-abal'
"Saya akan cari, kupas, buru terus ini. Jakarta, di luar Jakarta, di luar Jawa, kita cari terus. Nanti kita umumkan lalu tutup, umumkan lalu tutup. Satu persatu universitas. Saya ingin mengedukasi kepada masyarakat melatih keujuran. Itu bagi saya adalah revolusi mental harus dilakukan. Kalau nggak bahaya," jelas dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat