Suara.com - Pemerintah India melincurkan sebuah situs untuk membantu melacak anak-anak di neganya yang hilang. Sebab tiap tahun ada puluhan ribuan anak dari keluarga India yang hilang.
Mereka yang hilang selama ini tidak pernah ditemukan. Mereka diduga diculik untuk dipekerjakan paksa dan dijadikan pekerja seks anak.
Maka itu lah India meluncurkan situs khoyapaya.gov.in. Situs itu artinya 'hilang dan ditemukan'. Peluncuran situs itu dilakukan Menteri Perempuan dan Anak India, Maneka Gandhi.
Bagi orangtua yang kehilangan anak bisa melapor ke situs itu. Mereka hanya memberikan data ciri-ciri anak yang hilang. Nantinya daftar nama anak hilang itu bisa dilihat oleh masyarakat. Nantinya informasi itu akan diteruskan ke kepolisian secara real time.
"Jika seorang anak hilang, keluarga dapat memberikan data detail dan gambar ke khoya Paya," kata Gandhi seperti dilansir Reuters, Rabu (3/6/2015).
"Kemudian jika Anda melihat anak itu di mana saja, Anda dapat meng-upload informasi dan kemudian polisi mencarinya," lanjut Ghandi.
Kementerian Perempuan dan Anak India mencatat ada 70.000 anak-anak hilang setiap tahun di Indin. Lalu 73.597 anak-anak telah ditelusuri sejak Januari 2012 sampai April 2015.
Pemerintah menjelaskan kebanyakan anak-anak yang hilang itu dari keluarga miskin di desa atau di kawasan kumuh perkotaan. Anak-anak yang tinggal di sana dalam kondisi rentan penculikan.
Aktivis LSM anti perdagangan manusia, Ravi Kant mengatakan sebenarnya media sosial berperan penting dalam mencari anak hilang. Dia menyambut pemerintah yang membuat website itu. Namun masalahnya hanya 25 persen penduduk India yang menggunakan internet.
"Bahkan jika orang tidak tahu bagaimana menggunakan internet atau memiliki akses, mereka dapat meminta bantuan dari para anggota dewan desa, LSM, atau pejabat setempat untuk mendaftarkan kasus mereka," kata Ravi. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor