Suara.com - Danlanud Adi Soemarmo, Kolonel Pnb Haris Haryanto menegaskan akan tetap menjatuhkan sanksi kepada anggotanya yang terlibat dalam pertikaian dengan anggota Kopassus. Perkelahian itu terjadi di Kafe Bimo, Solo Baru, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Minggu (31/5/2015) dini hari silam.
Beberapa anggotanya menjadi korban dan beberapa di antaranya masih menjalani perawatan di Jogjakarta. Namun keberadaan mereka di tempat hiburan seperti itu dinilai sudah melanggar aturan yang ada.
"Tetap akan diberi sanksi karena seharusnya mereka tidak boleh mengunjungi tempat seperti itu. Namun sementara itu kita juga masih menunggu proses yang masih berjalan," tegasnya saat ditemui usai menghadiri Apel Pasukan Pengamanan VIP-VVIP di Gelora Bung Karno, Manahan, Solo, Sabtu (6/6/2015).
Disinggung mengenai sanksi yang dijatuhkan, Haris mengatakan nantinya akan disesuaikan dengan tingkat kesalahan yang dilakukan dan sesuai dengan aturan yang ada. Mulai dari teguran sampai pemecatan.
"Yang namanya sanksi kan bisa berupa teguran, hukuman, penjara sampai pemecatan. Semua kan ada regulasinya tergantung kesalahannya apa. Semua kita mintai keterangan," ungkapnya.
Kata dia konflik itu tidak berpengaruh terhadap hubungan TNI AU dengan Kopassus. Pasalnya, insiden tersebut dilakukan oknum atas nama pribadi.
"Hubungan kita selama ini kan baik, dan sampai saat ini tetap baik. Itu kan hanya ulah oknum. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi dan semua tetap terjaga," ujarnya.
Sebelumnya, jumlah tersangka kasus perkelahian antara anggota Kopassus Kandang Menjangan dan anggota TNI AU di kafe Bimo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, bertambah dua orang. Dengan demikian menjadi tujuh orang. Semuanya anggota Kopassus. Akibat perkelahian ini satu anggota TNI AU bernama Serma Zulkifli meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka.
Dua tersangka baru tersebut adalah Serda AA dan Praka JML. Jumlah tersebut, lanjutnya, dimungkinkan bisa bertambah mengingat saat ini Denpom masih melakukan pengembangan penyidikan. Hingga saat ini, Denpom telah memeriksa 23 saksi untuk dimintai keterangan.
Kedua tersangka baru tersebut menambah daftar tersangka yang sebelumnya sudah ditahan di Markas Denpom pascakejadian, yakni Serda SU, Pratu HE, Pratu DE, Serda GS, serta Pratu LS. (Wijayanti Putri)
Berita Terkait
-
Anggota Kopassus TSK Pengeroyok Anggota TNI AU Jadi Tujuh
-
Politisi PDIP Singgung Anggota TNI Cari 'Sampingan'
-
Kopassus Jangan Cuma Dilatih Tempur, Tapi Juga Kendali Emosi
-
Bentrok Anggota Kopassus - TNI AU, Masalah Pribadi Jadi Institusi
-
Ini Dia Lima Anggota Kopassus Tersangka Pengeroyok Anggota TNI AU
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan