Suara.com - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Adrianus Meliala menilai kasus penusukan terhadap kakak beradik, R (15) dan P (13), di rumah Kampung Duku, Sudimara, Ciledug, Kota Tangerang, Banten, sebagai kejahatan murni. Akibat luka parah di bagian leher, P meninggal dunia, sedangkan R kritis dan dilarikan ke RSUD Tangerang.
Sejauh ini, Adrianus mengaku belum melihat kasus tersebut bermotif pemerkosaan.
"Kasus ini lebih kepada kejahatan yang amatir, dan kebetulan saat melakukan aksinya kepergok anak sedang di kamar mandi," kata Adrianus di acara Diskusi Publik bertajuk Kajian Penanganan Kekerasan Seksual Pada Anak Melalui Scientific Crime Investigation yang diselenggarakan Kompolnas dan Asosiasi Ilmu Forensik Indonesia di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/201).
Kasus tersebut sekarang sedang ditangani polisi. Polisi telah membentuk tim untuk mengungkapnya.
"Penyidik juga bentuk tim untuk dalami motif dugaan pemerkosaan atau motif lain," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal, Selasa (9/6/2015).
Iqbal mengatakan hasil autopsi terhadap jenazah korban hingga hari ini belum diserahkan ke polisi. Dari olah tempat kejadian perkara, polisi sudah mengumpulkan sejumlah alat bukti, di antaranya senjata yang dipakai pelaku untuk melukai korban.
"Bukti ada sebilah pisau berlumuran darah dan banyak bercak darah," katanya.
Kasus tragis ini terjadi pada Minggu (7/6/2015) lalu. Saat kejadian, orang tua korban sedang pergi ke pasar untuk membeli kambing.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat