Suara.com - Agus, tersangka pembunuh gadis kecil berusia 8 tahun yang bernama Engeline Margriet Megawe (Angeline), mengaku mendapatkan ancaman dari orang yang tidak dikenal bahwa dia akan dibunuh.
Hal tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum tersangka, Haposan Sihombing, di Mapolda Bali, Denpasar, Senin (15/6/2015).
Haposan menjelaskan, setelah Agus dipecat oleh ibu angkat korban, Margriet Christina Megawe alias Margaret, pada 25 Mei, ada seseorang yang menelepon tersangka dengan isi pembicaraan berupa ancaman.
"Dia ditelepon orang yang mengatakan, 'Kamu diam. Ini rahasia. Kamu tidak usah ngomong. Kalau tidak, kamu mati!' Ancamannya seperti itu," terang Haposan.
Haposan menjelaskan bahwa Agus sempat ketakutan dengan ancaman itu. Bahkan menurutnya, tersangka sempat memotong kartu SIM handphone-nya.
"Ancaman itu membuat dia takut. Sampai-sampai dia memotong dan membuang kartu SIM HP-nya," paparnya.
Haposan menambahkan bahwa yang menelepon adalah seorang laki-laki. "Orang yang menelepon dia cowok, laki-laki," ujarnya.
Agus hingga saat ini masih ditetapkan sebagai tersangka atas pembunuhan Angeline. Lelaki asal Sumba tersebut, sejak Angeline ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar, sudah mengaku bahwa dia yang membunuh Angeline. Lelaki yang mengaku sudah ditinggal tiga istrinya juga mengaku telah melakukan kekerasan seksual terhadap korban.
Sebelumnya, Angeline sendiri dikabarkan hilang oleh ibu angkatnya, Margaret, pada 16 Mei 2015 lalu. Belakangan, Polda Bali pun akhirnya menetapkan Margriet Christina Megawe alias Margaret sebagai tersangka penelantaran anak.
Seperti diketahui pula, korban diangkat anak oleh Margaret sejak umur tiga hari, yang diambil dari pasangan Rosidi dan Hamidah. Margaret mengangkat Angeline sebagai anak saat masih bersama suami keduanya, yaitu almarhum Duglas warga Amerika Serikat (AS), pada tahun 2007 lalu. [Luh Wayanti]
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Profil Risya Azzahra Natakusumah, Anak Wakil Gubernur Banten yang Viral di X
-
Apakah Cushion OMG Cocok untuk Kulit Berjerawat? Kenali Klaimnya sebelum Membeli
-
Krisis Iklim Sebabkan Warga Indonesia Kehilangan 84 Jam Tidur per Tahun: Apa Dampaknya?
-
Beli Pulsa dan Paket Data Indosat di BRImo Dapat Cashback 10 Persen
-
Rakyat Tak Butuh Birokrasi Berbelit dan Pemimpin yang Tak Bekerja
-
Di Tengah Evakuasi Korban Gempa Bumi Kumamoto, Jepang Diterjang Cuaca Panas Ekstrem
-
Kaget Tiga Kepala Dinas Ikut Diperiksa KPK, Ini Dalih Plt Bupati Sukoharjo
-
Review Good Partner: Saat Berpisah Ternyata Bisa Jadi Bentuk Tanggung Jawab
-
Cegah Kesewenang-wenangan, DPR Jaga Keseimbangan Hak Negara dan Individu di RUU Perampasan Aset
-
Chery J6T CSH Sudah Bisa Dipesan, Siap Tempuh Jakarta - Banyuwagi Dalam Sekali Pengisian