Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan banyak pejabat eselon III dan IV yang tidak mau dinaikkan ke eselon II. Alasannya mereka lucu.
"Alasannya, daripada ketahuan gubernur sudah naik ke II terus turun habis, lebih baik saya ngumpet di (eselon) III dan IV," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (16/6/2015).
Tahu alasan bawahannya tak mau naik tingkat, Ahok pun kesal. Ahok menganggap mereka sudah merasa di zona nyaman.
"Nah ini mentalnya kurang ajar. Dia sudah terlalu nyaman di (eselon) III-IV dia nikmatin nih, suruh dia naik kedua nggak mau. Kenapa? Kalau naik II langsung ketemu saya. Kalau ketemu saya dia langsung turun jadi nol (kalau bermasalah), dia bilang. Ya sudah," kata Ahok.
Ahok mengungkapkan sejauh ini pemerintah sudah mendapatkan 30 calon yang siap mengisi kursi jabatan eselon II. Bila tak ada aral melintang, mereka akan dilantik pada Juni 2015.
"Eselon II sudah dapat 30, tapi ada beberapa karena sakit, tidak lihat internet, pas ditanya tidak sempat ikut tes. Ya sudah saya buka lagi kasih mereka ikut tes tapi yang sudah dapat kita akan comot. Ada beberapa yang kita dorong tapi mereka enggak mau ikut tes. Kita ada 700 potensi pejabat yang golongan bisa jadi pejabat eselon II," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
-
Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia
-
Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam
-
Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret
-
Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi
-
Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!
-
Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa
-
Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021