Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur menargetkan pemasangan seribu rambu keselamatan di sekitar Gunung Raung selesai sebelum Idul Fitri pada 17 Juli 2015.
Kepala BPBD Jawa Timur Sudarmawan, Kamis (9/6/2015), mengatakan untuk saat ini sebagian rambu telah dipasang di pertigaan dan perempatan jalan kecamatan maupun desa.
Rambu-rambu itu meliputi larangan pendakian, petunjuk aruh jalur evakuasi dan penyelamatan, rambu titik penjemputan dan papan petunjuk lokasi pengungsian.
"Rambu itu dipasang di kawasan terdampak di Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi. Rambu yang telah dikirim sudah mencapai 400 unit bersamaan dengan pengiriman ribuan masker," ujar Sudarmawan.
Sudarmawan menjelaskan rambu jalur evakuasi dipasang berdasarkan hasil update peta kontijensi jalur evakuasi Gunung Raung.
Berdasarkan update peta kontijensi, ada 33 jalur evakuasi untuk keluar menuju wilayah aman dari tiga daerah terdampak.
Hasil update peta kontijensi menyebutkan daerah rawan terkena dampak letusan di Banyuwangi ada 18 desa yang tersebar di lima kecamatan.
Kabupaten Bondowoso di empat desa dan dua kecamatan, serta di Jember ada 3 desa di satu kecamatan.
Kemarin, Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta kepada masyarakat untuk tidak mendekati atau melakukan aktifitas dari radius enam kilometer dari puncak Gunung Raung. Menurutnya, dalam radius itu harus steril.
"Kalau nanti erupsi makin meningkat dan berbahaya, mereka akan langsung kita ungsikan ke tempat yang aman. Khusus untuk zona 0 hingga 6 kilometer harus steril," ujarnya.
Saat ini, aktivitas Gunung Raung terus meningkat.
Selain mulai mengganggu kesehatan warga sekitar, abu juga mengharuskan penerbangan pesawat mengubah untuk menghindari langit diatas Gunung Raung. Bahkan, dua maskapai, Garuda Indonesia dan Wings Air, sudah menghentikan penerbangan Surabaya - Banyuwangi sejak dua hari lalu.
Soekarwo berharap ada langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang ada.
Jika Gunung Raung meletus, Kabupaten Banyuwangi akan merasakan dampak paling besar.
Seperti diketahui, gejolak aktivitas vulkanik Gunung Raung terpantau telah berganti-ganti status sejak 18 Oktober 2012, dari Waspada ke Siaga, hingga Normal kembali. Statusnya selalu begitu seterusnya, hingga sejak Senin (29/6) lalu kembali dinyatakan Siaga. (Yovie Wicaksono)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
-
Jokowi Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi Mantan Menag Yaqut: Saya Tidak Pernah Perintahkan Korupsi!
-
Siapa yang Meminta Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI?
-
Skandal Sepak Bola China: Eks Everton dan 72 Pemain Dijatuhi Sanksi Seumur Hidup
Terkini
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Menteri Siti Nurbaya, Terkait Penyidikan Tata Kelola Sawit
-
Mensesneg Baru Terima Surat Resmi dari DPR: Adies Kadir ke MK, Thomas Djiwandono ke BI
-
Pesawat TNI AL Bonanza G36 Crash Landing di Juanda, Awak Selamat dan Hanya Alami Kerusakan Ringan
-
Apa Kata Pemerintah Soal Drama Bursa? Mensesneg Ungkap Pelajaran dari Mundurnya Iman Rachman
-
Konflik Agraria Padang Halaban: Realita Hak Anak Ikut Tergusur Bersama Rumah Warga
-
PKS Dukung Ambang Batas Parlemen Tetap Ada, Kritisi Usul Fraksi Gabungan Partai
-
Dilantik Jadi P3K Paruh Waktu, Nurul Akmal: Alhamdulillah, Tapi Kayak Gak Adil
-
Digerebek di Fly Over Hingga Kontrakan, Polda Metro Sikat Jaringan Sabu 5,3 Kg di Tangsel
-
Kisruh Dana Kolegium Dokter Indonesia, PP PDUI Laporkan Eks Ketua dan Bendahara ke Polisi
-
Heboh Isu Reshuffle Kabinet, Mensesneg Sebut Evaluasi Menteri Tiap Hari, Ganti Jika Perlu