Suara.com - Proses pesta demokrasi lima tahunan untuk memilih kepala daerah telah dimulai. Para kandidat yang akan berlaga di pilkada serentak 9 Desember 2015 telah mendaftar ke KPUD. Hari ini merupakan penutupan pendaftaran.
Di Solo, Jawa Tengah, telah ditetapkan dua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Mereka adalah pasangan yang diusung PDI Perjuangan, F. X. Hadi Rudyatmo (Rudy) dan Achmad Purnomo. Sedang Koalisi Solo Bersama gabungan dari Partai Golkar, PAN, Gerindra, Demokrat, PPP dan PKS, mengusung Anung Indro Susanto dan Muhammad Fajri.
Mereka saling bersaing menarik perhatian masyarakat. Itu terlihat dari cara mereka mendaftarkan diri ke KPU Solo. Pasangan Rudy-Purnomo memakai sepeda onthel dengan pakaian lurik dan caping. Sedang pasangan Anung-Muhammad Fajri dengan cara menaiki kuda.
Melihat fenomena tersebut, pemerhati budaya sekaligus dosen mata kuliah Ilmu Budaya dari Universitas Sebelas Maret Solo, Tunjung W. Sutirto, menilai semua yang dilakukan atau yang ditonjolkan oleh masing-masing pasangan calon merupakan budaya pop (instan). Artinya cepat datang dan cepat pergi.
Simbol-simbol yang digunakan oleh pasangan calon, seperti memakai pakaian lurik, bersepeda onthel maupun berkuda, hanya untuk cari perhatian.
Padahal, kata dia, tanpa harus melakukan hal tersebut, masyarakat sudah bisa menilai calon kepala daerah mana yang benar-benar komitmen untuk kesejahteraan rakyat.
"Tren seperti itu sudah lama terjadi. Memang melalui kegiatan seperti itu akan menumbuhkan simpatik kepada masyarakat. Sehingga simbol-simbol itu sangat afektif dan menjadi pilihan masing-masing pasangan calon," kata Tunjung ketika ditemui Suara.com di kampus UNS.
Dia menilai simbol-simbol tersebut tidak memiliki dampak lebih dalam perencanaan pembangunan atau perkembangan suatu daerah.
"Apakah dengan cara itu bisa mengangkat dan mendongkrak perkembangan daerah. Sangat kecil sekali, karena apa yang dilakukan itu justru lebih kepada pencitraan," katanya.
Tunjung juga mencontohkan pada waktu pemilihan presiden dan wakil presiden, masing-masing pasangan calon memiliki ciri khas sendiri. Ada baju kontak-kontak dan baju putih. Namun setelah semuanya setelah tren tersebut juga berangsur hilang.
"Jadi simbol-simbol itu hanya sebuah bentuk manipulasi untuk mencari dukungan. Sehingga tidak akan berdampak pada perencanaan pembangunan," imbuh dia.
Lebih jauh, agar tidak terlalu terlihat pencitraan dalam mencari dukungan ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan media sosial. Melalui media sosial justru akan lebih efektif untuk mencari dukungan.
"Sekarang ini tidak ada orang yang tidak bisa mengoperasikan internet. Jadi akan lebih mudah mencari dukungan dengan mendsos daripada menonjolkan simbol-simbol tersebut." (Labib Zamani)
Berita Terkait
-
Agar Masyarakat Lebih Peduli, Doli Golkar Kini Usul Pilpres-Pileg Juga Dipisah
-
MK Diskualifikasi Paslon pada Pilbup Mahakam Ulu karena Buat Kontrak Politik dengan Ketua RT
-
Prabowo Lantik 961 Kepala Daerah Serentak, Tjhai Chui Mie: Sangat Membanggakan Bagi Kami Semua
-
Kemendagri Bakal Kumpulkan Kepala Daerah Terpilih Lagi Besok di Monas, Persiapan Rinci Gladi Bersih Pelantikan
-
Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2024: Khofifah-Emil Puncaki Perolehan Suara Pilkada Serentak
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Potret Tel Aviv Luluh Lantak Dihujani Rudal Iran, Eks Tentara Israel: Netanyahu Penjahat!
-
Kutip Doa Syekh Mesir, Ini Pesan Mendalam Quraish Shihab untuk Presiden Prabowo di Nuzulul Qur'an
-
Iran Tolak Tawaran Dialog Trump: Selama Ramadan Kami Tak Berbicara dengan Setan
-
Iran Ancam Bunuh Donald Trump: Kini Kamu Harus Hati-hati!
-
Guru SLB di Yogyakarta Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Siswi Disabilitas
-
PAN Copot Fikri Thobari dari Jabatan Partai Usai Terjaring OTT KPK
-
Iran Tetap Teguh di Jalur Wilayat al-Faqih Meski Digempur Serangan AS - Israel karena Ini
-
Cek Fakta: Benarkah Insinyur India Ditangkap di Bahrain karena Jadi Mata-mata Mossad?
-
Pejabat hingga Ulama Hadiri Peringatan Nuzulul Qur'an di Istana, Quraish Shihab Beri Tausiah!
-
Putra Menkeu Israel Nyaris Tewas! Serpihan Mortir Hizbullah Tembus Perut