Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (29/7). [suara.com/Oke Atmaja]
Komisi Pemberantasan Korupsi menegaskan belum memeriksa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait kasus dugaan korupsi pembelian tanah seluas 3,6 hektar atau senilai Rp775,69 miliar untuk Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat, dari APBD 2014.
"Kemarin tidak ada tim KPK yang memeriksa Pak Ahok," kata pelaksanaa tugas pimpinan KPK Johan Budi S. P. di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2015).
Johan menambahkan sampai sekarang penyidik belum memeriksa satu orang pun dalam kasus tersebut.
"Kalau ada yang melaporkan tentu akan langsung kami sikat," katanya.
Dalam laporan BPK, pembelian lahan untuk rumah sakit tersebut membuat pemerintah merugi sampai Rp191 miliar. Namun, Pemprov DKI tidak mau disalahkan begitu saja. Mereka berdalih apa yang dilakukan sudah benar dan sesuai aturan.
Sebelumnya, Kamis (13/8/2015), Gubernur Jakarta mengaku kedatangan penyidik KPK dan BPK ke Balai Kota untuk bertemu dengannya. Ahok mengatakan kedatangan tersebut, antara lain untuk mengaudit sejumlah hal terkait pembelian lokasi RS Sumber Waras.
"Jadi, KPK minta BPK lakukan audit investigasi terhadap kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, pengadaan scanner, printer, dan alatfitness di sekolah-sekolah," kata Ahok.
Pada kesempatan itu, Ahok juga menyampaikan keluhannya terhadap laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan APBD 2014 yang dilakukan BPK. Sebab, sebelum penyerahan LHP, BPK Perwakilan Provinsi DKI Jakarta tidak bertemu dengannya.
"Seharusnya memang benar hubungan ketatanegaraan, ketemu saya dulu. Gila, saya baru kenal tadi sama yang namanya Kepala BPK DKI," kata Ahok.
"Kemarin tidak ada tim KPK yang memeriksa Pak Ahok," kata pelaksanaa tugas pimpinan KPK Johan Budi S. P. di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2015).
Johan menambahkan sampai sekarang penyidik belum memeriksa satu orang pun dalam kasus tersebut.
"Kalau ada yang melaporkan tentu akan langsung kami sikat," katanya.
Dalam laporan BPK, pembelian lahan untuk rumah sakit tersebut membuat pemerintah merugi sampai Rp191 miliar. Namun, Pemprov DKI tidak mau disalahkan begitu saja. Mereka berdalih apa yang dilakukan sudah benar dan sesuai aturan.
Sebelumnya, Kamis (13/8/2015), Gubernur Jakarta mengaku kedatangan penyidik KPK dan BPK ke Balai Kota untuk bertemu dengannya. Ahok mengatakan kedatangan tersebut, antara lain untuk mengaudit sejumlah hal terkait pembelian lokasi RS Sumber Waras.
"Jadi, KPK minta BPK lakukan audit investigasi terhadap kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, pengadaan scanner, printer, dan alatfitness di sekolah-sekolah," kata Ahok.
Pada kesempatan itu, Ahok juga menyampaikan keluhannya terhadap laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan APBD 2014 yang dilakukan BPK. Sebab, sebelum penyerahan LHP, BPK Perwakilan Provinsi DKI Jakarta tidak bertemu dengannya.
"Seharusnya memang benar hubungan ketatanegaraan, ketemu saya dulu. Gila, saya baru kenal tadi sama yang namanya Kepala BPK DKI," kata Ahok.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Malam-malam Mendiktisaintek Brian Yuliarto Datangi Istana, Dibonceng Patwal
-
Suara.com Bersama LMC Gelar 'AI Tools Training for Journalists' di Yogyakarta
-
Pengaduan Pelanggaran Hak Anak ke KPAI Melonjak, Identitas 66 Persen Pelaku Tidak Diungkap
-
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari
-
Hirup Udara Bebas, Laras Faizati Ingin Ziarah ke Makam Ayah Hingga Main ke Mal
-
Pakar Hukum Sebut Pilkada Lewat DPRD Suburkan Oligarki dan Renggut Kedaulatan Rakyat
-
Mendagri Pimpin Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra
-
DPRD DKI Pastikan Tiang Monorel Rasuna Said Kembali ke Adhi Karya usai Dibongkar Pemprov
-
Laras Faizati Divonis Bersalah Tapi Bebas, Bivitri: Ini Bukan Putusan Demokratis
-
Prabowo Diprediksi Reshuffle Usai Evaluasi saat Retret, Siapa saja Menteri Layak Diganti?