Suara.com - Sebagian besar wilayah di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang mengalami krisis air. Kebanyakan dari mereka merupakan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tangerang.
Sementara, Sungai Cisadane sebagai sumber air baku PDAM Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang mengering. Sehingga sudah tidak ada pasokan air.
Salah satu warga Perum Duta Bandara Permai, Kota Tangerang, Muti Siswanti mengatakan sudah sepekan PDAM tak memasok air. Sepalama itu, dia membeli air mineral kemasan galon untuk memenuhi kebutuhan mandi.
"Untuk mandi, saya beli air galon isi ulang Rp5.000. Sehari bisa menghabiskan 20 galon," kata Muti saat berbincang dengan suara.com, Senin (17/8/2015) malam.
Kebutuhan air itu untuk keperluan mandi dia, suami dan dua anaknya. Sepekan dia sudah mengeluarkan uang untuk membeli air galonan sebanyak Rp700 ribu.
Selain itu, ada juga warga di pemukimannya membeli air dengan mobil tangki kapasitas 5.000 liter. Harga pertangki, Rp700 ribu. Biasaya hanya Rp500 ribu.
"Biasanya patungan 4 sampai 5 rumah untuk mobil tangki itu," jelas dia.
Sebelumnya pihak PDAM Tirta Kerta Raharja mengumumkan secara terbuka melalui situsnya jika akan membantu kelangkaan air. Caranya dengan membagikan air ke warga.
Pembangian air itu akan dilakukan setiap pukul 07.00 Wib sampai 19.00 Wib untuk Wilayah Kabupaten Tangerang dan pukul 19.00 Wib sampai 07.00 Wib untuk Wilayah Kota Tangerang.
"Disarankan kepada seluruh pelanggan untuk dapat memanfaatkan pembagian Distribusi air ini dengan menampung air di rumah masing-masing pada jam yang telah telah ditentukan," begitu tulis pengumuman itu.
Muti dan warga di perumahannya menunggu bantuan air yang dijanjikan PDAM. Namun tidak kunjung datang.
"Boro-boro bantuan," katanya kesal.
Sebelumnya terganggunya pasokan air di kawasan Kabupaten dan Kota Tangerang ini lantaran musim kemarau dan bocornya Bendungan Pintu Air Sepuluh di Kota Tangerang. Air yang mengalir di Sungai Cisadane menjadi sumber pasokan air bersih yang dikelola PDAM Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang dan Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang. Sementara air di Sungai Cisadane mengering. Ada 27 ribu pelanggan mereka di Kota dan Kabupaten Tangerang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Kapolri Buka Suara soal Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar oleh Anggota Brimob di Maluku Tenggara
-
Tragedi Gajah Riau: Tiada Tahun Tanpa Kematian, Gading Hilang dan Kepala Dipotong Pemburu
-
Ketua Komisi III DPR Pastikan Kawal Kasus Kematian Anak 12 Tahun usai Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi
-
Waspada! WNA Australia Positif Campak Usai dari Bandung, Kemenkes Perketat Surveilans
-
Teror Berantai Ketua BEM UGM 2026: Kritik Kebijakan, Fitnah AI, hingga Ancaman ke Keluarga
-
Wakil Ketua Komisi VI Adisatrya Sulisto Soroti Kebijakan Impor Mobil Operasional KDKMP dari India
-
Tragedi Filisida Sukabumi: Bocah 12 Tahun Tewas di Tangan Ibu Tiri, Ini Penjelasan KPAI
-
BGN Tegaskan Tak Ada Pembagian MBG Saat Sahur, Ini Jadwalnya Selama Ramadan
-
Testimoni Wali Murid: Sekolah Rakyat Bawa Perubahan Nyata bagi Anak
-
Sinergi Kemensos dan Komisi VIII DPR Tingkatkan Layanan Korban Perdagangan Manusia