Suara.com - Mahasiswa UNS Solo peraih Indeks Prestasi Kumulatif sempurna 4.00, Rian Mantasa Salve Prastica (22), ternyata sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas merupakan siswa berprestasi.
Ketika menempuh pendidikan di SD Kedung Winong, Kabupaten Pati, dari kelas I hingga VI, anak pemborong bangunan itu selalu ranking satu. Di SMP Negeri III Pati, dia juga menjadi siswa peraih nilai ujian tertinggi seluruh Jawa Tengah. Kemudian di SMA Negeri 1 Pati, Rian meraih peringkat II paralel.
Setelah lulus SMA, Rian sebenarnya mendaftar ke Universitas Indonesia melalui jalur Penulusuran Minat dan Bakat. Rian mengambil jurusan arsitektur dan akuntansi. Namun, setelah mengikuti berbagai tahapan, ternyata dia tidak diterima.
Kemudian dia mendaftar ke UNS Solo melalui jalur tulis dengan mengambil jurusan kedokteran dan teknik sipil. Dari dua jurusan yang dipilih tersebut Rian diterima di jurusan teknik sipil Fakultas Teknik UNS.
“Kedokteran ini pilihan pertama, tapi yang diterima justru dipilihan kedua jurusan teknik sipil,” kata Rian di Masjid Nurul Huda UNS Solo, Selasa (1/9/2015).
Putra pertama pasangan Sumanto dan Sriyatun ini selama menempuh kuliah di UNS pernah diminta menjadi asisten dosen oleh Kepala Laboratorium Hidrolika Fakultas Teknik, Rintis Hadiyani.
Dia juga pernah terlibat dalam penelitian pembangkit listrik tenaga mikro hidro di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Dari pengalaman itulah kemudian Rian mengambil judul skripsi berjudul “Analisa Angkutan Sedimen pada Sungai Bahbolon Kabupaten Simalungun Sumatera Utara.” Awalnya, judul yang diajukannya sempat ditolak dosen, karena levelnya terlalu tinggi untuk tingkatan sarjana.
Selain itu, dalam melakukan penelitian juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun, berkat prestasi akademik yang hampir semua mata kuliah mendapat nilai A dan menjadi asisten dosen, judulnya tersebut akhirnya disetujui dosen.
“Saya menyelesaikan skripsi hanya membutuhkan waktu satu semester. Dibimbing oleh Ibu Rintis Hadiyani dosen yang dulu pernah saya asisteni,” jelas lelaki yang berkeinginan menjadi dosen, ini.
Meski ayahnya sebagai pemborong bangunan dan ibunya sebagai Kepala Desa Kedung Winong, Sukolilo, Pati, tidak membuat Rian besar kepala. Sebagai keluarga yang cukup, Rian mengaku tetap ingin berusaha dengan kemampuannya sendiri.
“Setelah wisuda saya akan melanjutkan kuliah S2. Kalau nggak di Jerman ya Korea,” terang lelaki kelahiran Pati, 17 Mei 1993, ini.
Sementara itu, Kepala Laboratorium Hidrolika Fakultas Teknik UNS, Rintis Hadiyani mengaku, Rian dikenal sebagai mahasiswa yang disiplin dan bertanggung jawab. Hal itu terbukti setiap kali diberikan tugas di kampus selalu dikerjakan.
Bahkan, jika tugas tersebut tidak selesai pada hari itu juga selalu meminta waktu tambahan untuk menyelesaikannya.
“Rian itu merupakan mahasiswa yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan teman-temannya di Fakultas Teknik dan mahasiswa UNS,” tambah dia. (Labib Zamani)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123