Suara.com - Suasana Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi sudah kembali normal setelah sempat hiruk pikuk akibat insiden robohnya sebuah "crane" yang menewaskan 107 orang dan melukai ratusan orang lainnya pada Jumat petang (11/9/2015). Bahkan menurut pantauan Antara, jemaah haji yang sedang memadati Kota Suci itu seakan tak terpengaruh dengan tragedi itu.
Sejak Sabtu pagi sampai waktu Salat Dzuhur, jamaah yang datang untuk beribadah di masjid terbesar di Arab Saudi itu justru semakin banyak. Bahkan halaman samping daerah pntu masuk Masjidil Haram Marwah, tidak jauh dari lokasi kecelakaan, dipadati jamaah dari berbagai negara yang hendak menunaikan salat, meski cuaca siang sangat panas mencapai 40-43 derajat Celcius.
"Saya enggak khawatir, karena hal-hal seperti itu takdir dari Allah," kata Affandi, salah seorang jamaah calon haji Indonesia dari Riau.
Ia bahkan mengaku ketika musibah itu terjadi, sedang berada di Masjidil Haram.
"Setelah Salat Ashar, saya ingin ke toilet, namun karena hujat deras dan badai saya kembali ke dalam masjid. Tiba-tiba terdengar denduman sangat keras disertai kepulan seperti asap, mungkin serpihan beton yang tertimpa," kata Affandi yang berangkat dari embarkasi Batam.
Dalam hitungan yang tidak terlalu lama, lanjut dia, aparat keamanan langsung masuk ke dalam masjid dan mengatur arus jamaah.
"Saya baru tahu ada kecelakaan ketika banyak jamaah yang melintas dengan luka-luka dan baju yang penuh darah," ujarnya.
Affandi bersyukur tidak ikut menjadi korban pada peristiwa tersebut. Kendati tidak takut peristiwa itu terulang, ia mengakui tetap waspada, bahkan bertanya apakah ada imbauan dari pemerintah Indonesia terkait peristiwa di Masjidil Haram itu.
"Misalnya, apakah boleh tetap salat dekat Kabah?" katanya.
Sementara itu, Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah pada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1436H/2015M, Arsyad Hidayat mengimbau agar jamaah tetap berhati-hati dalam menunaikan ibadah di Tanah Suci.
"Kami mengimbau agar jamaah menahan diri, tidak bepergian pada cuaca buruk untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Selain itu, ia kembali mengimbau agar ketika keluar dari pemondokan membawa dan menggunakan masker mengingat tebaran debu di Arab Saudi.
"Kami juga harap peristiwa kemarin tidak membuat jamaah haji ketakutan. Tetaplah umrah (qudum buat yang baru datang ke Mekkah) dan ibadah lainnya," ujar Arsyad.
Ia juga mengatakan sejak Isya kemarin, Masjidil Haram telah kembali digunakan untuk salat berjamaah dan Sabtu pagi jamaah yang thawaf telah kembali normal. Pemerintah Arab Saudi pun cepat tanggap melakukan evakuasi korban dan membersihkan bangunan yang runtuh akibat alat berat jatuh.
Akses masuk ke Masjidil Haram sempat ditutup. Namun kini sudah normal kembali. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
InJourney Semarakkan ASTINDO Travel Fair 2026 dengan Deretan Promo Eksklusif
-
Warna Earth Tone untuk Rumah Bawa Keberuntungan, Ini Cara Menerapkannya sesuai Feng Shui
-
Review Film A New Dawn: Potret Puitis Perubahan Zaman dan Kenangan Manusia
-
Indonesia Tak Baik-baik Saja, Guru Besar UGM Soroti Ketimpangan dan Dominasi Oligarki
-
Nonton Film di Rumah Makin Sinematik, Teknologi LG Tampilkan Gambar Sesuai Visi Kreator
-
42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan
-
Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas
-
Bagaimana Cara Kerja Magnet dan Sifat-sifatnya? Ini Penjelasannya
-
Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis
-
Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon