Suara.com - Kementerian Agama memastikan calon haji Indonesia yang menjadi korban insiden alat derek (crane) di Mekkah, Arab Saudi mendapatkan asuransi yang dibayarkan oleh pihak ketiga.
Asuransi tersebut melindungi seluruh calon haji dan petugasnya. Kepala sub-bagian Informasi Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Affan Rangkuti mengatakan asuransi juga mencakup jamaah dan petugas haji yang meninggal. Baik kematian wajar atau kematian yang diakibatkan kecelakaan sebagaimana insiden terkini yaitu alat derek.
Nilai manfaat asuransi akan dibayarkan oleh pemenang tender yang bekerja sama dengan Kementerian Agama yaitu PT Asuransi Jiwa Mega Life. Masa asuransi sendiri berlaku sejak jamaah haji dan petugas haji berangkat dari tempat tinggal sampai menuju Arab Saudi dan kembali lagi ke tempat tinggal.
Uang santunan akan dibayarkan melalui rekening tabungan haji bagi jamaah reguler. Sementara bagi jamaah haji khusus santunan diberikan lewat tabungan atas nama jamaah bersangkutan.
Sementara jamaah haji yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan mendapat nilai manfaat santunan sebesar Rp18,5 juta. Jamaah haji yang meninggal dunia karena kecelakaan mendapat santunan sebesar Rp37 juta.
Sementara itu, jamaah haji yang cacat tetap total karena kecelakaan mendapat nilai manfaat santunan sebesar Rp18,5 juta. Sedangkan jamaah yang cacat sebagian karena kecelakaan mendapat nilai manfaat sebesar persentase dari yang paling ringan sekitar 5 persen dan terbesar 70 persen dari total nilai santunan Rp18,5 juta.
Di lain pihak, bagi petugas haji yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan mendapat santunan sebesar Rp10 juta dan petugas haji yang meninggal dunia karena kecelakaan mendapat santunan Rp20 juta. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Ada Demo Mahasiswa, Selain Bundaran HI Hindari 4 Ruas Jalan Ini
-
WALHI Kritik Kenaikan Tarif Transjakarta, Krisis Udara Ibu Kota Bakal Makin Parah
-
Jakarta Siaga Macet Hari Ini, Cek Jalur Alternatif Hindari Demo Mahasiswa di HI
-
Polisi Proses Hukum 2 ABH Penganiaya Bocah di RPTRA Senen: Satu Ditahan, Satu Wajib Lapor
-
Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini
-
Sempat Absen Karena Naik Haji, Bos Maktour Bakal Diperiksa KPK Terkait Kasus Haji Pekan Depan
-
Pemadaman Listrik di Jawa Jadi Alarm Ketahanan Energi: IESR Soroti Ketergantungan pada Batu Bara
-
Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
-
Gembong Narkoba El Chapo Merengek Minta Pulang ke Meksiko, Mau Nonton Piala Dunia?
-
Jakarta Bakal Gelap Gulita Selama 60 Menit pada Sabtu Malam, Ini Alasannya