Suara.com - Inilah salah satu pekerjaan yang mensyaratkan berat badan tidak boleh gemuk, menjadi pramugari atau awak kabin maskapai Air India. Gara-gara masalah kelebihan berat badan, maskapai ini merumahkan 125 pramugari dan awak pesawat lainnya. Mereka dirumahkan sambil menunggu pindah kerja sebagai staf lapangan hingga ancaman pemutusan hubungan kerja.
Keputusan manajemen maskapai ini dilakukan setelah awak kabin gagal mempertahankan berat badan yang ditentukan regulator penerbangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, India.
Pejabat Air India menyebutkan sudah memberikan kesempatan kepada 600 awak maskapai untuk menurunkan berat badan dalam jangka waktu 18 bulan. Upaya ini ditempuh karena ada kekawatiran awak kabin yang terlalu gemuk tidak bisa melakukan pekerjaan secara efektif saat keadaan darurat. Namun dari 600 awak kabin yang diminta menurunkan berat badan, 125 dinyatakan gagal mencapai berat badan yang diminta.
Maskapai Air India saat ini memiliki 3.500 awak kabin, 2.200 adalah karyawan tetap dan sisanya pekerja kontrak. (Dailymail)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?