Suara.com - Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Nadjib Hamid menegaskan bahwa perbedaan penetapan waktu Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1436 Hijriah bukan sebuah ancaman bagi Muslim Indonesia.
"Justru perbedaan ini menjadi kekuatan untuk memperkaya wawasan dan memperindah bangunan demi kebaikan bersama," ujarnya ketika ditemui setelah menyampaikan khutbah di Stadion Gelora 10 Nopember, Jalan Tambaksari Surabaya, Rabu (23/9/2015).
Ia mencontohkan simbol-simbol pembeda seperti warna bendera, salam pembuka dan penutup dalam sebuah acara, hendaknya tidak diproduksi untuk menumbuhkan kebencian terhadap kelompok lain yang memiliki identitas berbeda.
"Etika berdemokrasi seperti inilah yang diharapkan dapat dipraktikkan di Negara kita, yakni masyarakatnya memiliki keragaman budaya, suku dan agama, termasuk keberagaman paham keagamaannya," ucapnya.
Menurut mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur tersebut, bangsa Indonesia tidak mungkin bisa dibangun hanya oleh sekelompok masyarakat, tapi perlu kontribusi dari komponen masyarakat lainnya.
"Karena itu, sangat penting dibangun kebersamaan dan kerja sama yang diikuti sikap toleransi dan saling menghargai antarsesama. Sebab, tanpa itu semua maka hanyalah omong kosong belaka," katanya.
Seperti diketahui, pelaksanaan Salat Idul Adha tahun ini terjadi perbedaan antara Muhammadiyah dan pemerintah.
Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan Idul Adha 1436 Hijriah pada 23 September 2015 itu berdasarkan penghitungan hisab hakiki wujudul hilal.
Sementara itu, Pemerintah menetapkan Idul Adha 1436 Hijriah jatuh pada Kamis, 24 September, setelah Kementerian Agama menggelar sidang isbat di Jakarta, Minggu (13/9/2015).
Pada Salat Idul Adha yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tambaksari tersebut diikuti oleh ribuan umat Islam, dan dimulai tepat pukul 06.00 WIB.
Nadjib Hamid yang juga bertindak sebagai imam Shalat Id menyampaikan khutbah yang materinya bertema "Pelajaran Demokrasi dari Nabi Ibrahim".
Peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim dan ibadah kurban, kata dia, diperintahkan Allah kepada kaum beriman yang memiliki dua dimensi, yakni hubungan kepada Allah didasari iman dan ikhlas, serta hubungan sesama manusia berupa kepedulian terhadap sesamanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Dibeli Murah untuk Dijual Mahal Idul Adha, Inilah 5 Ciri Kambing Muda Berkualitas
-
Cara Daftar Anggota Muhammadiyah 2026 secara Offline, Cek Syarat Lengkapnya di Sini
-
Dari Eco-Pesantren Hingga Teologi Hijau: Cara NU dan Muhammadiyah Mengubah Iman Jadi Aksi Lingkungan
-
Lagi Tren Login Muhammadiyah, Ini 6 Keuntungan Punya Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah
-
Cara Daftar Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah Secara Online
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Krisis Kemanusiaan! Rakyat Lebanon: Tewas Dirudal Israel atau Mati Kelaparan
-
Manuver AS! Coba Dudukan Lebanon dan Israel tapi Berakhir Tanpa Jabat Tangan
-
Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel
-
Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron
-
Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia
-
Murka Elite NasDem ke Tempo Soal Merger Gerindra Dinilai Rendahkan Martabat Surya Paloh
-
Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah
-
Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa