Suara.com - Seekor orangutan (pongo pygmaeus morio) masuk permukiman warga di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, karena hutan tempat habitatnya terus menyusut akibat terbakar.
"Sudah beberapa hari ini orangutan itu berkeliaran di hutan sekitar sini. Dia terlihat makan dedaunan di atas pohon karena tidak ada lagi yang bisa dimakan, tapi saat malam mungkin orangutan itu turun ke permukiman mencari makan, makanya kami takut orangutan itu menyerang kami," kata Jitu, seorang warga di Sampit kepada Antara, Minggu (27/9/2015).
Orangutan tersasar ke sekitar lokasi pembangunan water boom kompleks Wengga Metropolitan Kecamatan Baamang dan diperkirakan berusia sekitar 11 tahun. Kebakaran cukup parah telah terjadi dalam dua bulan terakhir mengakibatkan hutan tempat satwa langka yang dilindungi ini bersarang.
Orangutan kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan kabut ke hutan kecil yang masih tersisa di sekitar perumahan warga.
Orangutan dikenal sebagai binatang yang cenderung pemalu dan berusaha menghindar dari manusia. Namun karena habitatnya rusak, kini orang utan turun ke perkebunan hingga permukiman warga untuk mencari makan dan bertahan hidup.
Jika dibiarkan, orangutan tersebut dikhawatirkan akan mati kelaparan. Kekhawatiran lain, orangutan itu akan turun ke permukiman warga untuk mencari makanan dengan merusak tanaman bahkan menyerang warga yang ada di daerah itu.
Kepala Pos Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sampit, Muriansyah yang datang ke lokasi, mengaku sudah melaporkan masalah ini kepada pimpinannya di Pangkalan Bun. Tim penyelamat rencananya akan datang ke Sampit pada Senin.
"Kami tidak memiliki perlatan yang memadai untuk mengevakuasi orangutan itu, makanya kami minta bantuan dari kantor di Pangkalan Bun. Kami mengimbau masyarakat waspada dengan orangutan yang berkeliaran tersebut. Tutup pintu dan jendela," imbau Muriansyah.
Orangutan yang kelaparan bisa saja menjadi beringas. Untuk itulah masyarakat diminta lebih waspada terhadap orangutan tersebut agar tidak terjadi kontak yang dapat menimbulkan cedera dan luka. (Antara)
Berita Terkait
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
Hari Bumi 2026: Refleksi di Tengah Kepungan Kabut dan Ancaman Karhutla
-
Perubahan Iklim Memperluas Risiko Kebakaran Hutan: Ribuan Spesies Terancam Punah
-
WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?
-
Waspada Kemarau Panjang 2026, DPR RI Minta Kemenhut Perkuat Koordinasi Cegah Karhutla
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!
-
Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta
-
Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO
-
Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia
-
Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya
-
Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan
-
Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi
-
Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital