Suara.com - Aparat Kepolisian Resort Kota Pekanbaru, Provinsi Riau berhasil meringkus Dn alias DL (30) yang merupakan mucikari para mahasiswi.
"Saat diinterogasi, tersangka mengaku kerap melancarkan transaksi seks, menawarkan gadis-gadis segar pada banyak pelanggan melalui media sosial secara online," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Aryanto kepada wartawan di Pekanbaru, Senin (5/10/2015).
DL kata dia, diamankan saat berada di kamar sebuah hotel di Pekanbaru, ketika dirinya sedang menunggu calon pelanggan seks untuk wanita mahasiswi yang kerap dipamerkannya dalam sosial media.
Dengan bahasa halus dan sedikit gemetar, DL yang ditemui di kantor polisi menjelaskan, bahwa usahanya itu telah berlangsung cukup lama, tidak jelas dimulai kapan namun sudah lebih setahun.
Selama itu, DL mengaku telah berhasil mengumpulkan puluhan wanita rata-rata adalah gadis mahasiswi di universitas dalam kota dan luar kota.
"Ada 50-an mahasiswi yang diperlihatkan fotonya, dikirim lewat BBM, pelangganya ada pengusaha, polisi daln lain-lain dengan modus menemani karaoke, kemudian bisa dibawa ke hotel," katanya.
Kompol Bimo Aryanto mengatakan, transaksi gelap pelaku dalam menjual gadis-gadis mahasiswa lewat jejaringan sosial media online telah digambar sejak lama.
Pengintaian kemudian kata dia terus dilakukan hingga akhirnya tersangka berhasil diringkus saat berada di dalam sebuah kamar hotel di Pekanbaru. "Dari tangan tersangka kami berhasil mengamankan uang tunai Rp3 juta dan sejumlah telepon genggam yang digunakannya untuk bertransaksi," katanya.
Sementara itu dari hasil penyelidikan dan interogasi, demikian Kompol Bimo, pelaku mengaku telah melakukan aksinya itu selama lebih hampir dua tahun.
Kata dia, kebanyakan wanita yang dijual oleh pelaku adalah kalangan mahasiswi dari berbagai daerah, baik dalam maupun luar provinsi.
"Perempuan-perempuan itu ada yang berasal dari Kampar, Rokan Hulu dan daerah lainnya termasuk dari luar provinsi," katanya.
Jaringan pelaku kata dia sudah cukup luas, bahkan ada pelanggan dari Jakarta yang memesan dan diantarkan untuk dieksekusi seks di Ibu Kota Negara itu.
"Sejauh ini menurut hasil penyelidikan kami, perempuan yang ditawarkan oleh pelaku itu seluruhnya telah dewasa atau tidak ada yang dibawah umur," katanya.
Modus pelaku, kata dia, yakni dengan membuka jaringan kenalan yang luas kemudian mengirimkan foto-foto wanita yang hendak dijual lewat pesan online dan BBM.
"Kebanyakan pelaku menawarkat paket sekali pakai, atau shortime dengan uang tunai di tempat. Harganya bisa Rp2 juta bahkan hingga Rp8 juta sekali main," katanya.
Perwira polisi ini mengatakan, sejauh ini tersangka masih harus menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap kemungkinan pihak lain yang terlibat.
"Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 12 Undang-undang Nomor 12 Tahun 2007 tentang Perdagangan Manusia dengan ancaman kurungan paling lama 15 tahun," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan
-
Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah
-
Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!
-
Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana
-
Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov