Suara.com - Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan atas insiden bom bunuh diri di negara tersebut. Aksi bom bunuh diri di Turki menewaskan sedikitnya 95 orang, dan melukai lebih dari 200 lainnya.
"Presiden menyampaikan rasa dukanya bagi yang tewas dan terluka akibat serangan keji itu. Presiden juga menegaskan bahwa rakyat Amerika Serikat berpijak pada kesetiakawanan dengan rakyat Turki dalam memerangi terorisme dan tantangan keamanan bersama di wilayah tersebut," kata pernyataan Gedung Putih, Minggu (11/10/2015).
Selain Obama, penyataan bela sungkawa juga dilontarkan Menteri Luar Negeri John Kerry. "Menteri luar negeri menggarisbawahi kecaman kami atas kekerasan tidak masuk akal dan tekad melanjutkan kerja sama dengan sekutu NATO, Turki, untuk melawan terorisme dalam segala bentuk," kata pernyataan Departemen Luar Negeri.
Seperti diketahui, dua aksi pemboman sebagai serangan paling mematikan dalam sejarah Turki modern itu terjadi di tengah kerumunan aksi unjuk rasa antara pegiat partai kiri dan pendukung Kurdi menentang pemerintah.
Serangan di dekat stasiun kereta api utama Ankara itu mengakibatkan mayat pengunjuk rasa bergelimpangan di jalan. Ledakan bom itu juga melukai 246 orang, belasan di antaranya, kini, dirawat intensif di rumah sakit, kata kantor Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Menimbun Pangan atau Naikkan Harga Saat Ramadan? Bisa Dipenjara 5 Tahun Lebih!
-
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO, Kerugian Negara Capai Rp 14 Triliun
-
Jabbar Idris Buka Muswil PPP Sulbar, Konsolidasi Partai Didorong Menuju Pemilu 2029
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Cegah Penyakit Sejak Dini, Menkes Budi Tekankan Pentingnya Cek Kesehatan Rutin untuk Pekerja
-
Bertemu Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Akurasi Data Tunggal Nasional
-
Mensos Gus Ipul: BPJS PBI Pasien Penyakit Kronis Aktif per Hari Ini
-
Silaturahmi dengan Ulama Aceh, Kasatgas Tito: Pentingnya Dukungan Spiritual bagi Korban Bencana
-
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Selama Ramadan, 35 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Iuran Rp17 Triliun! Masyumi Beri Syarat Ketat ke Prabowo Soal Gabung 'Board of Peace' Donald Trump