Suara.com - Fransiskus Subihardayan yang merupakan korban helikopter yang selamat di perairan Danau Toba ingin segera dipulangkan ke kampung halamannya di Yogyakarta.
"Kalau bisa, malam ini juga (dipulangkan)," katanya ketika diwawancarai Antara di RS Bhayangkara Polda Sumut di Medan, Sabtu (17/20/2015).
Fransiskus merasa kondisinya sudah sangat sehat sehingga dapat dikembalikan ke Yogyakarta untuk berkumpul dengan keluarganya.
Penumpang helikopter yang selamat itu mengaku tidak mengalami gejala apapun meski sempat terapung-apung di perairan Danau Toba.
"Sekarang 100 persen saya yakin sehat, semuanya tidak ada apa-apa lagi," katanya.
Memang, penumpang yang disebutkan karyawan PT Penerbangan Angkasa Semesta tersebut sempat mengalami penyakit maag akibat tidak makan setelah helikopter yang dinaikinya jatuh.
"Memang sempat ada gejala maag karena tidak makan, namun secara perlahan mulai membaik," ujar Fransiskus.
Ia juga mengaku tidak mengalami trauma lagi atas peristiwa tersebut karena memang bercita-cita untuk memiliki pekerjaan yang dekat alat transportasi udara.
"Tidak trauma, saya tetap akan berkarir di dunia 'aviation'," katanya.
Namun keinginan Fransiskus untuk segera kembali ke kampung halamannya akan tertunda karena tim medis di RS Bhayangkara Polda Sumut perlu melakukan beberapa evalusasi terhadap kondisi kesehatannya.
Sebelumnya, helikopter milik PT Penerbangan Angkasa Semesta yang terbang dari Samosir, pada Minggu pukul 11.33 WIB menuju Bandara Kualanamu hilang kontak.
Helikopter yang terbang dari Siparmahan atau pantai barat Danau Toba melintasi Pematangsiantar menuju Bandara Kualanamu itu berisi lima orang yakni Teguh Mulyatno (pilot), Hari Poewantono (engineer), Nurharyanto, Sugiyanto, dan Fransiskus Subihardayan (kru).
Pada Selasa (13/10/2015), Fransiskus Subihardayan ditemukan warga dalam keadaan selamat di sela-sela enceng gondok di pinggiran Danau Toba, tepatnya di Desa Onan Runggu, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir. (Antara)
Berita Terkait
-
Helikopter Apache Jatuh, AS Menggila! Iran Dibombardir di Selat Hormuz
-
Detik-Detik Mencekam! Helikopter AL Inggris Meledak di Udara, 3 Prajurit Tewas
-
Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel
-
Saingi Rudy Mas'ud, Gubernur Sumsel Sewa Helikopter Rp4 Miliar
-
8 Orang Tewas dalam Tragedi Helikopter Jatuh di Sekadau, KNKT Dalami Penyebab Kecelakaan
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe
-
Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II
-
81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun
-
DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association
-
Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur