Suara.com - Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat mengatakan, HD, salah satu tersangka penculik mahasiswi Universitas Indonesia Safira Permatasari (20) masih kerabat korban. Kata Wahyu, orangtua korban mengenalinya.
"Ada yang kenal. Ada yang dikenali oleh keluarga. Beberapa inisial ZM, HD, TI yang dikenal HD," kata Wahyu di Mapolda Metro Jaya, Rabu (21/10/2015).
Namun, Wahyu belum mau menjelaskan seberapa jauh hubungan tersangka dengan keluarga Safira.
"Saya tidak bisa menjelaskan derajat kekerabatannya. Tetapi bagi kami itu adalah tersangka," kata dia.
Dia mengatakan motif penculikan Safira murni untuk meminta uang tebusan kepada keluarga korban.
"Tidak ada masalah latar belakang yang dimaksud seperti pribadi. Jelas kelompok ini bersatu ingin melakukan penculikan untuk meminta tebusan. Itu motifnya," kata dia.
Para tersangka, katanya, telah merencanakan penculikan tersebut dua bulan sebelumnya.
"Targetnya ini sudah direncanakan dua bulan sebelum kejadian. Dua bulan ini perencanaannya," katanya.
Saat ini, lima tersangka sudah ditangkap. Polisi masih melakukan pengejaran terhadap anggota komplotan lainnya.
"Kita masih melakukan pengejaran terhadap beberapa orang yang masih diduga sebagai pelaku," kata dia.
Kasus penculikan terjadi pada Senin (19/10/2015). Saat itu Safira diculik di tengah jalan saat dalam perjalanan menuju ke kampus UI. Ia disekap di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kepada keluarga Safira, penculik minta tebusan uang satu juta dolar AS dan kalau tidak mau membayar, Safira akan dibunuh.
Berkat kesigapan petugas, Selasa (20/10/2015), anggota komplotan yang berperan mengurus uang berhasil dibekuk dan dari dia kelompok yang berperan menyekap mau membebaskan Safira.
BERITA MENARIK LAINNYA:
Dana Operasional Rp50 Miliar Dikritik DPRD, Ini Pembelaan Ahok
Dukung Israel, Eks Bintang Porno Dihujat di Medsos
Bila Hukuman Kebiri Paedofil Berlaku, Siapa Eksekutornya?
Ini Percakapan Kang Emil dengan Bobotoh yang Ingin Curi Motor
Pebalap Solo Siap Kibarkan Merah Putih di Portugal
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak
-
Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku
-
Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu