Suara.com - Pasukan Satuan Tugas Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) berhasil menangkap tujuh orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) Selasa (20/10/2015) kemarin sore. Penangkapan terhadap Politisi dari Partai Hanura, Dewi Yasin Limpo dan kawan-kawannya tersebut dilakukan di dua tempat yang berbeda oleh Petugas KPK, yakni di kawasan Kelapa Gading dan di Bandara Soekarno Hatta.
Dalam penangkapan yang terkait dengan proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga mikro hidro di Kabupaten Deiyai, Papua yang rencananya untuk anggaran Tahun 2016. Tim Satgas KPK berhasil menangkap delapan orang.
Enam orang di antaranya ditangkap di wilayah Kelapa Gading sementara dua lainnya ditangkap di Bandara Soekarno Hatta. KPK dalam aksinya tersebut berhasil menyita uang senilai 177.700 Dollar Singapura dan juga sejumlah dokumen dan handpjone.
Dari delapan orang tersebut, setelah melakukan pemeriksaan intensif, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah Anggota Komisi VII DPR RI, Dewie Yasin Limpo, Staf ahli DPR, Bambang Wahyu Adi, Kepala Dinas Tambang KAnupaten Deiyai Papua, Iranius, Seorang Pengusaha, Setiadi dan staf pribadi Dewi, Rinelda Bandaso. Sementara yang lainnya tidak ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai tidak terlibat dan punya peran dalam kasus tersebut.
Berikut adalah kronologi lengkap dilakukannya operasi tangkap tangan tersebut seperti dijelaskan Pelaksana tugas Wakil Ketua KPK, Johan Budi SP di Gedung KPK Jalan Rasuna Said, Jakarta Sealatan, Rabu(21/10/2015).
Selasa, 20 Oktober 2015
Sekitar pukul 17.45 WIB, tim penyelidik melakukan tangkap tangan ke sejumlah orang di kawasan Kelapa Gading. Di sana ada enam orang yang berhasil diamankan. Penangkapan dilakilan setelah terjadinya proses transaksi serah terima yang dilakukan oleh seorang pengusaha dan juga seorang kepala dinas Tambang di Kabupaten Deiyai Papua kepada staf pribadi Anggota DPR Dewi Yasin Limpo, Rinelda Bandaso.
KPK melakukan tangkap tangan kepada masing-masing SET, HAR, IR, RB, Dev dan juga seorang sopir. Setelah terjadi serah terima antara SET dan IR kepada RB, maka dilakukan penangkapan di sebuah rumah makan.
Dalam penangkapan tersebut KPK berhasil menemukan uang dalam pecahan Dolar Singapura sebanyak 177.700 Dolar Singapura yang ditaruh dalam sebuah tas. Selain itu, KPK juga menyita sejumlah dokumen dan juga handpjone milik beberapa orang tersebut.
Setelah ditangkapnya enam orang di Kawasan Kelapa Gading, Tim Satgas KPK yang lain yang sudah dalam waktu bersamaan bergerak ke Bandara Soekarno Hatta berhasil menangkap dua orang pada pukul 19.00 WIB. Kedua orang yang hendak pergi ke luar kota tersebut adalah Dewi Yasin Limpo dan Bambang Wahyu Adi.
Setelah Dewi dan Bambang ditangkap, enam orang yang sudah ditangkap di Kelapa Gading bersamaan dengan Dewi dan Bambang diantar ke Gedung KPK untuk diperiksa secara intensif.
Kemudian semuanya dibawa ke KPK lalu dilakukan pemeriksaan scara internsif sejak kemarin. Kemudian tadi dipaparkan oleh penyelidik,penyidik, penuntut dan deputi direktur yang kemudian disimpulkan bahwa diduga telah terjadi tindak pidana korupsi yang kemudian dilakukan peningkatan status menjadi tersangka.
Dewi dan Bambang ditetapkan sebagai tersangka karena perannya sebagai penerima.Sementara itu, Iranius, Setiadi, dan Rinelda Bandaso ditetapkan sebagai tersangka karena perannya sebagai pemberi suap. Saat ini semuanya masih terus diperiksa secara intensif untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'
-
Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng
-
Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh
-
Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter
-
Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng
-
Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana
-
Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur
-
'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'
-
Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi
-
Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!