Empat orang luka-luka, akibat ledakan bom di dekat persimpangan Piramida, Kairo, Mesir Jumat (23/10/2015). Negara Islam (IS) menyatakan sebagai pihak yang bertanggung jawab memasang bahan peledak itu.
Kementrian Dalam Negeri Mesir, menyebut bom tersebut meledak di perempatan Rimaya, sekitar 1,5 kilometer dari Piramida dan tak jauh dari lokasi sejumlah hotel.
Bom meledak ketika polisi menggunakan meriam air untuk mematikannya. Ledakan menyebabkan dua polisi dan dua penjaga keamanan hotel luka-luka. Salah satu dari polisi dilaporkan mengalami luka serius.
Sementara itu, dalam pernyataan yang diedarkan di situs-situs media, kelompok Negara Islam (IS) mengatakan pihaknya telah memasang bom di Kairo untuk mengincar "pasukan polisi yang murtad."
Para milisi di Semenanjung Sinai tahun lalu menyatakan kesetiaan kepada kelompok Negara Islam, yang menguasai banyak wilayah di Irak dan Suriah.
Pemberontakan Islamis dan semenanjung itu telah meluas sejak militer menggulingkan presiden Islamis Mohammad Morsi pada Juli 2013. Para milisi yang setia kepada IS telah menewaskan ratusan tentara dan polisi Mesir, sebagian besar di Sinai Utara.
Penumpasan oleh pemerintah yang menargetkan gerakan Persaudaraan Muslim pimpinan Morsi sejak 2013 telah membuat ratusan orang kehilangan nyawa dan ribuan lainnya dipenjara.
Ratusan lainnya, termasuk Morsi, telah dijatuhi hukuman mati, melalui persidangan yang berlangsung massal. Banyak di antaranya yang naik banding dan akhirnya menang, sementara sudah tujuh orang yang dihukum mati dengan cara digantung. (Antara/AFP)
Tag
Berita Terkait
-
Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi