Suara.com - Kepala Hubungan Masyarakat dan Pusat Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho sampai saat ini belum bisa diperkirakan berapa jumlah kerugian kebakaran hutan.
"Belum dihitung kerugiannya, berapa pastinya kami coba nanti akan menghitung," kata Sutopo di gedung Graha BNPB, Jalan Pramuka 38, Jakarta Timur, Jumat (30/10/2015).
BNPB belum tahu pasti kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Papua, Sulawesi Tenggara, Maluku, Nusa Tenggara Timur dan yang lainnya.
"Kalau kerugian belum tahu tapi pengeluaran BNPB sampai saat ini sudah menghabiskan Rp500 miliar," kata Sutopo.
Sutopo menjelaskan, anggaran Rp500 miliar tersebut dihabiskan untuk penyewaan pesawat dan helikopter waterbombing, membuat posko untuk masyarakat dan petugas, membuat hujan buatan dan yang lainnya yang sudah di kerjakan oleh BNPB.
Sampai saat ini menurut Sutopo helikopter dan pesawat waterbombing yang disewa dari negara luar masih melakukan pemadaman api kebakaran hutan. Sutopo menambahkan, anggaran dana yang diperoleh BNPB untuk mengurus bencana di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 2,5 triliun rupiah.
"Dana anggaran cukup tapi bagaimana dipakainya dengan tepat," ucap Sutopo. (Muhamad Ridwan)
Tag
Berita Terkait
-
Tingkatkan Sistem Tanggap Bencana, Pemerintah Terus Perbarui Peringatan Dini Gempa 4 Tahun Terakhir
-
Gempa M 7,6 Guncang Sulut dan Malut, Presiden Prabowo Instruksikan Evakuasi Secepat Mungkin!
-
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Kepala BNPB Langsung Terbang ke Sulawesi Utara Siang Ini
-
Pemicu Utama Bencana Tanah Bergerak di Jatinegara Tegal
-
Akses Terputus Sepekan, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Penanganan Longsor Jepara
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!