Suara.com - Ribuan calon penumpang telantar di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, setelah operator bandara setempat menutup seluruh operasional penerbangan karena dampak erupsi Gunung Barujari di Lombok, NTB.
Pantauan di Terminal Keberangkatan Internasional di Kuta, Kabupaten Badung, Rabu (4/11/2015), ribuan penumpang nampak memadati meja pelayanan konsumen dan pelayanan dari pihak maskapai penerbangan masing-masing.
"Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Hal pertama saya harus kontak ke maskapai penerbangan yang kami gunakan," kata seorang calon penumpang, Andrey Nepomiluev dari Rusia.
Lelaki yang juga seorang teknisi di negeri beruang merah itu kemudian mengontak pihak maskapai Singapore Airlines mengingat dirinya harus melakukan penerbangan lanjutan dari Singapura ke Rusia.
"Saya harus terbang lanjutan dari Singapura ke St Petersburg. Jadi saya belum tahu bagaimana kelanjutan ini," ucapnya.
Andrey dijadwalkan lepas landas dengan menggunakan maskapai Singapore Airlines dengan nomor penerbangan, SQ-939 sekitar pukul 11.55 WITA.
Namun dia mengerti dengan kondisi penutupan bandara ini mengingat hal tersebut merupakan kondisi alam yang tidak bisa dibantah.
Calon penumpang lain dari Filipina, yakni Jimuel Catalan yang seharusnya terbang ke Perth menggunakan maskapai Jetstar dengan nomor penerbangan JQ-117 terpaksa gagal berangkat.
Jimuel yang berlibur selama dua minggu di Pulau Dewata terpaksa memilih bertahan di bandara hingga bandara kembali dibuka atau ada informasi lanjutan dari pihak operator bandara.
Untuk saat ini, selain menghubungi pihak maskapai, dirinya telah menghubungi pihak bank yang akan memberikan asuransi perjalanan karena terkena dampak penutupan bandara itu.
"Mungkin saya tinggal di bandara tetapi kami masih menunggu konfirmasi dari maskapai. Sampai saat ini saya belum mendapat konfirmasi apa ada kompensasi berupa akomodasi atau tidak," katanya dengan nada putus asa. (Antara)
Berita Terkait
-
Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris
-
Jelang Nyepi, Bandara Ngurah Rai Dipadati Puluhan Ribu Penumpang
-
Jalur Wisata Pusuk Sembalun Tertutup Longsor, Gubernur NTB Instruksikan Percepatan Pembersihan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT