Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat naik pitam setelah mengetahui ada telepon genggam milik pejabat pemerintah provinsi DKI yang disita oleh pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Penyitaan itu diduga, menurut Ahok, terkait dengan upaya melacak proses tukar guling lahan di RS Sumber Waras yang dikaitkan dengan instruksi gubernur.
"Bu Dien (mantan Kepala Dinas Kesehatan DKI) sempat bilang HP-nya disita. Tapi sekarang bilangnya disita dalam tanda kutip tandatangan pernyataan dipinjem. Jadi orang BPK juga pinter mau minjem katanya," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/11/2015).
Ahok sempat meminta pejabat yang bersangkutan, Dien Emmawati untuk membuat surat pernyataan bahwa teleponnya disita oleh pihak BPK. Namun setelah mendengar penjelasan kalau hanya dipinjam untuk proses penyelidikan, Ahok batal melapor ke polisi.
"Kalau dia (BPK) minjemin ya nggak salah. Kan BPK nggak berhak menyita. Meminjam, melihat ya boleh. Kalau minjemin ya gimana kan berarti bukan salah BPK," jelas Ahok.
Setelah mendengar pernyataan itu, Ahok mengurungkan niatnya untuk melaporkan pihak BPK ke kepolisian yang sebelumnya 'dituduh' Ahok menyita menyita HP salah satu pejabat di DKI.
"Nggak jadi dong, kecuali Bu Dien ngomong lisan ke saya diambil paksa. Kalau ambil paksa kenapa di tandatangan cuma minjemin. Pinter aja orang BPK bilang pinjem, mau minjem salah nggak? Kan nggak," kata Ahok.
Sebelumnya Ahok dilaporkan ke KPK terkait dugaan penyimpangan dalam jual beli tanah RS. Sumber Waras sehingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp191 miliar.
Pelapor menyerahkan dokumen hasil audit BPK terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta tahun 2014.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004